Data Covid-19 Jateng Tak Sinkron, Ganjar: Itu Data Delay

Data Covid-19 Jateng Tak Sinkron, Ganjar: Itu Data Delay - GenPI.co
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. (Foto: ANTARA/HO-Humas Pemprov Jateng)

GenPI.co - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menanggapi terkait isu bahwa Jateng tertinggi kasus harian Covid-19 secara nasional.

Menurut Ganjar, tingginya kasus Jateng itu dikarenakan adanya data delay yang diinjeksi.

"Data menjadi perbincangan. Jateng tertinggi, wah ramai sekali. Saya bilang, nggak papa, wong itu ada data delay. Ada data yang diinjek ke sana," terangnya dilansir dari Ayosemarang.com.

BACA JUGA:  Ganjar Sebut Tren Kasus Covid-19 di Jateng Alami Penurunan

Menurut Ganjar, masih ada data kasus dari Jateng yang belum terlaporkan. Dan itu di Pusat lanjut dia banyak. Maka data Jateng lebih tinggi dari data pusat.

"Yang terjadi, setelah data itu diklarifikasi, biasanya dari pusat dimasukkan. Itulah yang kita sebut data injek. Jadi disuntikkan karena dulu belum. Itu yang terjadi, sehingga kadang-kadang datanya seperti itu," tegasnya.

BACA JUGA:  Mendadak Ganjar Pranowo Beri Kabar Bahagia, Mohon Dibaca!

Ganjar tidak hanya menyoroti data Covid-19 tapi juga data lainnya seperti jumlah kematian, penambahan kasus, kesembuhan termasuk data vaksin.

Menurutnya data vaksin di beberapa Kabupaten/Kota masih belum diinput dengan disiplin.

BACA JUGA:  Analisis Pengamat Duet Ganjar-Andika, Harap Disimak

"Tadi di rapat ada kasus, ternyata vaksin di beberapa Kabupaten/Kota masih banyak. Di aplikasi Smile itu masih banyak, kok mereka bilang sudah habis. Jangan-jangan sudah disuntikkan tapi belum diinput," tegasnya.

Tonton video ini:

Berita Selanjutnya
Nusantara