Kivlan Zein, Jenderal di Barisan Depan Pertempuran

Kivlan Zein dan kiprahnya di dunia militer (Foto : Istimewa)
Kivlan Zein dan kiprahnya di dunia militer (Foto : Istimewa)

GenPI.co - Menjadi terduga otak di balik rencana pembunuhan 4 tokoh nasional dan 1 pimpinan lembaga survei, tentu tak main-main. Ini dialamatkan kepada Kivlan Zein. Mungkin milenial belum tahu, siapa Kivlan Zein? Dan bagaimana jejak rekamnya di dunia militer?

Nama Kivlan Zein menjadi satu sosok Mayor Jenderal yang disegani. Pria kelahiran Langsa, Aceh, 24 Desember 1946 ini besar dan bersekolah di Medan, Sumatera Utara. Hingga akhirnya mengambil jurusan kedokteran di Universitas Islam Sumatera Utara, di sinilah dia mulai aktif berorganisasi dan tercatat sebagai sekretris Himpunan Mahasiswa Islam cabang Medan, hingga Ketua Departemen Penerangan KAMI Medan pada 1965. Kivlan juga aktif di Kesatuan Aksi Pemuda Pelajar Indonesia (KAPPI).

Baca juga :

Dendam Membara Kivlan Zein dan Wiranto? 

Kivlan Zein di Balik Perencanaan Pembunuhan 4 Tokoh Nasional 

Ini Tarif Eksekutor Pembunuh 4 Tokoh Nasional Arahan Kivlan Zein 

Meski demikian, kuliahnya jadi terlantar sebab ia bersekolah militer di Akmil Magelang hingga lulus pada 1971. Pada usia 27 tahun, dia memulai karir di kesatuan Infanteri, Kostrad. Di sinilah dia selalu terlibat dalam perang besar menumpas pemberontakan. Kivlan Zein semasa ditugaskan di Papua, berhasil meringkus tokoh-tokoh penting Organisasi Papua Merdeka (OPM). Dia juga pernah ditugaskan ke Timor-Timur kala pemberontakan Fretilin.


Keberhasilan menumpas OPM membuat Kivlan Zein naik pangkat. Dia menjadi Mayor Jenderal dengan jabatan Kepala Staf Kostra 1998, dan panglimanya adalah Letjen Prabowo Subianto. Namun saat pengalihan kepemimpinan Orde Baru ke Reformasi membuat Prabowo dicopot dan jabatan dan Kivlan pun tersingkir hingga dimutasi ke Mabes TNI AD. Setelah dimutasi, Kivlan Zein pun pensiun dari militer. Walau demikian, jasanya untuk Indonesia dibuktikan dengan menjadi negosiator bagi WNI yang ditawan jaringan Abu Sayyaf, Filipina, 2016 lalu. Kivlan berhasil menunaikan tugasnya membebaskan tawanan WNI dari kelompok ekstremis itu.


RELATED NEWS