Pengacara : Kivlan Zein Beri Uang Iwan untuk Demo, Bukan Membunuh

Pengacara Kivlan Zein sebut tersangka Iwan diberi uang bukan untuk membunuh tapi untuk demo (Foto : Istimewa)
Pengacara Kivlan Zein sebut tersangka Iwan diberi uang bukan untuk membunuh tapi untuk demo (Foto : Istimewa)

GenPI.co - Salah satu tersangka kerusuhan 22 Mei sekaligus diduga eksekutor untuk membunuh 4 tokoh nasional dan 1 petinggi lembaga survei, Heri Setiawan alias Iwan, mengaku mendapatkan perintah menghabisi kelima orang tersebut dari Kivlan Zein. Pengacara Kivlan, Muhammad Yuntri, langsung meluruskan. Menurutnya, Iwan memutarbalikkan fakta yang sesungguhnya. "Uang itu untuk demonstrasi, bukan untuk membunuh," ujar Yuntri, Selasa (11/6), Dikutip dari Republika.

Baca juga :

Seberapa Bahaya Yunarto Wijaya Hingga Jadi Target Pembunuhan? 

Pengacara : Justru Kivlan Zein yang Jadi Target Pembunuhan! 

Kivlan Zein, Jenderal di Barisan Depan Pertempuran 

Yuntri kembali menjelaskan jika kliennya dijebak. Awalnya, Iwan datang kepada Kivlan dan mengatakan jika Mayjen (Purn) itu bakal jadi target pembunuhan. Lalu Iwan saat itu diminta menyopiri Kivlan menuju kediaman sang Mayjen yang ada di Gunung Picung, Bogor, Jawa Barat. "Kata Iwan, kan masih ada hutan-hutannya banyak babi, Iwan bilang ini ada senjata, Pak. Pak Kivlan bilang itu bukan untuk bunuh babi tapi bunuh tikus,” kata Yuntri lagi.

Lalu, pada peringatan Supersemar beberapa waktu lalu, Kivlan Zein memberikan uang 10 ribu dolar Singapura kepada Iwan untuk melakukan demonstrasi. Demo ini merupakan demo damai anti-PKI demi memperingati Supersemar yang menjadi tonggak perintah untuk melenyapkan PKI di bumi Indonesia. Tapi Iwan malah menghilang. "Tiba-tiba pada peristiwa 21-22 Mei kemarin Iwan tertangkap, entah kenapa muncul dengan cerita seolah-olah dia mempunyai senjata api dan dibalikin ceritanya bahwa dia disuruh Pak Kivlan untuk membunuh empat orang itu," tukas Yuntri.




RELATED NEWS