Viktor Laiskodat: Pemprov NTT Akan Revitalisasi Wae Rebo

Desa Adat Wae Rebo di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur. akan direvitalisasi oleh Pemprov NTT. (Foto: katalogwisata.com)
Desa Adat Wae Rebo di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur. akan direvitalisasi oleh Pemprov NTT. (Foto: katalogwisata.com)

GenPI.co - Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat mengunjungi desa adat Wae Rebo, kabupaten Manggarai pada  pada Rabu (12/6) lalu. Dalam kunjungannya itu, ia mengatakan pemerintah provinsi akan melakukan revitalisasi terhadap desa yang dipilih UNESCO sebagai warisan budaya dunia tersebut.

“Kita akan melakukan revitalisasi terhadap Wae Rebo, sebagai tempat  kunjungan wisata yang begitu menarik tapi belum disentuh secara baik,” ujar Viktor di hadapan para tokoh masyarakat setempat dan para pimpinan daerah yang hadir.

Gubernur mengatakan, proses revitalisasi mencakup segala aspek, mulai dari unsur amenitas seperti toilet dan berbagai fasilitas pendukung lainnya. Provinsi, katanya, akan menyiapkan dana untuk memperbaiki rumah-rumah budaya yag sudah mulai rusak agar bisa kembalai dimanfaatkan.

“Dalam perjalanan ke sini tadi saya juga berikan pemikiran kepada Bapak Bupati yang ikut, kita atur supaya tidak terjadi longsor dengan cara merapikan jalan- menuju ke tempat ini. Tentunya kita berkoordinasi dengan pihak dari lingkungan hidup dan kehutanan,” tambah Viktor.

Baca juga:

Di Ruteng, Donna Agnesia Puji Keindahan Gereja Katedral 

Kala Darius Sinathrya dan Keluarga Traveling ke Ruteng 

Viktor Laiskodat: Pemprov NTT Akan Revitalisasi Wae ReboGubernur NTT Viktor Laiskodat beserta rombongan saat berdialog dengan tokoh masyarakat setempat. (Foto: Facebook/Marius Jelamu)

Hal itu, menurutnya, untuk memastikan keamanan para pelancong yang akan berwisata ke Wae Rebo. Ia juga berencana membangun semacam gazebo sebagai tempat istirahat  yang akan disebar sepanjang jalan menuju ke desa di puncak gunung itu.

“Sebagai gubernur yang menempatkan pariwisata sebagai sektor utama, semua tempat wisata yang ada di Nusa Tenggara Timur ini saya kunjungi,” imbuhnya.

Viktor Laiskodat dan 40 orang anggota rombongan menempuh jalur trekking menembus hutan selama 1,5 jam dari Kampung Denge menuju ke lokasi desa. Bersama dia ikut sejumlah tokoh setempat antara lain Bupati Manggarai Deno Kamelus, sejumlah pimpinan OPD Kabupaten Manggarai dan beberapa awak media. 

Wae Rebo sendiri dikenal  dengan sebutan kampung di atas awan. Terletak di ketinggian 1000 mdpl, desa adat ini dikelilingi oleh perbukitan yang sangat asri. Karena keindahannya, Wae Rebo dinyatakan UNESCO sebagai Warisan Budaya Dunia pada Agustus 2012, menyisihkan 42 negara lain.

Wae Rebo satu-satunya kampung adat di Manggarai yang masih mempertahankan bentuk  asli rumah tradisional yang  disebut Mbaru (rumah) Niang (tinggi dan bulat).

Untuk mencapai kampung di atas awan ini, harus menempuh perjalanan sekitar 6 kilometer dari Desa Dintor ke Desa Denge, dengan menggunakan kendaraan roda dua. Perjalanan dari Denge menuju Wae Rebo, diperkirakan memakan waktu pendakian selama 3 jam lamanya, dengan menyusuri daerah terpencil yang dikelilingi hutan lebat yang belum terjamah, menyebrangi sungai dan juga melintasi bibir jurang perbukitan.

Simak juga video menarik berikut:


Redaktur: Paskalis Yuri Alfred P

RELATED NEWS