E-Sport Masuk Kurikulum Nasional? Ini Respons Kemendikbudristek

E-Sport Masuk Kurikulum Nasional? Ini Respons Kemendikbudristek - GenPI.co
Mendikbudristek Nadiem Makarim menyapa guru honorer peserta tes PPPK 2021 di Surakarta, Senin (13/9/2021) (Foto: Humas Kemendikbudristek)

GenPI.co - Wacana memasukkan cabang olahraga e-sport ke dalam kurikulum nasional rupanya masih menemui jalan buntu. Pertama kali rencana ini disampaikan oleh Ketua Bidang Humas dan Komunikasi Pengurus Besar E-sports Indonesia (PBEsI) Ashadi Ang pada sebuah diskusi virtual.

Menurut dia, Kemendikbud Ristek memang saat ini sedang membangun kurikulum nasional baru yang lebih fleksibel dan sesuai kebutuhan siswa.

Menanggapi hal ini, Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan, Kemendikbudristek Anindito Aditomo mengatakan materi e-sports bersifat opsional. Tetapi tidak masuk kurikulum nasional.

BACA JUGA:  Kemendikbud Lakukan Ini untuk Dukung Pembelajaran Hybrid

“Ini yang disebut Mas Menteri kemarin di acara perayaan Hari Guru Nasional sebagai kurikulum yang lebih fleksibel dan bisa disesuaikan dengan konteks dan kebutuhan siswa," kata Anindito melalui akun Twitter-nya @ninoaditomo, Jumat (26/11/2021).

Anindito menjelaskan kurikulum nasional mencerminkan standar minimal. Materi-materi yang dimasukkan harus yang esensial dan relevan bagi siswa.

BACA JUGA:  Sandiaga Uno Berharap E-Sports Menjadi Peluang Bisnis Potensial

Sementara itu, lanjutnya, yang bisa menilai materi relevan atau tidak adalah sekolah. Karenanya, operasional kurikulum dibuat oleh sekolah bukan oleh Kemendikbudristek.

"Sebenarnya yang ditetapkan oleh Kemendikbudristek bukanlah kurikulum sekolah, melainkan kerangka dan struktur dasar kurikulum," jelasnya.

BACA JUGA:  Membangun Tim E-Sport, Persija Gelar IFEL

Ia menambahkan, jika ingin memuat materi e-sports, sekolah harus menggunakannya sebagai sarana untuk mengembangkan karakter dan kompetensi dasar yang termuat dalam kurikulum nasional.

Tonton video ini:

Berita Selanjutnya