Liputan Khusus

Pencari Suaka: Indonesia Lebih Aman

Pencari Suaka di Tanah Jawara
Muhammad Hussain, pencari suaka asal Pakistan. Foto: Rizal Kris
Muhammad Hussain, pencari suaka asal Pakistan. Foto: Rizal Kris

GenPi.co - Lebih dari 1000 pencari suaka dari berbagai Negara mengungsi di eks Gedung Kodim Jakarta Barat, Kalideres sejak 12 Juli 2019. Mereka mengharapkan kepastian dari pemerintah dan UNHCR tentang nasib mereka, untuk dikirim ke negara-negara tujuan mereka. Termasuk Muhammad Hussain, pemuda berusia 22 tahun yang merupakan satu dari ribuan pencari suaka yang ada di pengungsian Kalideres.

Hussain merupakan pencari suaka asal Pakistan yang sudah berada di Indonesia sejak tahun 2014, atau kurang lebih selama 5 tahun. Anak ke-6 dari 6 bersaudara tersebut mengungsi ke Indonesia seorang diri, tanpa teman ataupun anggota keluarga.

Pertama kali tiba di Indonesia dengan menggunakan pesawat, Hussain langsung tinggal di kawasan Cisarua, Bogor. Selama sekitar 4 tahun, Hussain tinggal di rumah kontrakan bersama pengungsi lainnya yag berasal dari Afghanistan. Pada saat itu, Hussain masih menerima uang kiriman dari orang tuanya di Pakistan.

Setelah sekitar 4 tahun, orang tua Hussain sudah tidak mampu lagi membiayai kehidupan Hussain di Indonesia dan Hussain terpaksa pindah ke Jakarta. Di Jakarta, Hussain pertama kali tinggal di trotoar yang ada di Kalideres selama sekitar satu setengah tahun. Selama itu, Hussain hanya mengandalkan bantuan dari orang-orang dermawan yang mau memberinya makan atau uang saku. 

BACA JUGA: Perbedaan Pengungsi, Pencari Suaka dan Imigran?

loading...

Dari Kalideres, Hussain bersama pengungsi lainnya pindah ke jalan Kebon Sirih. Setelah 3 hari tinggal di pinggir jalan di Kebon Sirih, Hussain dipindahkan ke pengungsian sementara di Kalideres, Jakarta Barat.

Selama tingga di pengungsian Kalideres, tak banyak yang bisa dilakukan Hussain. Dirinya hanya makan, tidur dan berbincang-bincang dengan para pencari suaka lainnya. Hussain mengaku dirinya sangat ingin bekerja, namun terkendala oleh administrasi dan identitasnya sebagai pengungsi.

“Di sini gak bisa kerja, kalo pengungsi gak boleh kerja sama imigrasi,” Kata Hussain kepada GenPI.co pekan lalu.


Reporter : Yasserina Rawie

Redaktur : Cahaya

BERITA LAINNYA

TANYA AHLI

Berita Tentang Rumah Impian Terbaru dan Terkini Hari ini


PARENTING