Yandex Metrics
GenPI.co App
Aplikasi Berita Terbaru dan Terpopuler
Dapatkan di Play Store atau Apps Store

Bintan Matangkan Tata Kelola Destinasi Berbasis Masyarakat

Foto bersama peserta dan pemateri Pelatihan Tata Kelola Destinasi Wisata.
Foto bersama peserta dan pemateri Pelatihan Tata Kelola Destinasi Wisata.

GenPI.co - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bintan menggelar Pelatihan Tata Kelola Destinasi Wisata di Lohas Wellnest Village, 6-8 Agustus 2019. Acara ini dihelat dalam rangka menambah pengetahuan dan memberikan bekal kepada para pengelola destinasi wisata.

Kepala Bidang Pengembangan Detinasi Wisata Disbudpar Bintan, Dahsyat Gafnesia mengatakan, acara ini diikuti 57 peserta. Mereka  berasal dari berbagai kalangan dan pengelola destinasi yang ada di Kabupaten Bintan. Ada dari Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Bintan, GenPi Bintan, Desa Wisata Ekang, Desa Busung, Desa Berakit, Desa Kuala Sempang, Desa Mapur, Desa Sebong Lago,i Kampung Baru Lagoi dan lainnya. 

Pelatihan tata kelola destinasi tersebut merupakan salah satu upaya pemerintah Bintan untuk meningkatkan kemampuan manajemen pengelola destinasi wisata.  

“Masyarakat merupakan faktor terpenting dalam suksesnya suatu daerah untuk dijadikan kawasan wisata. Terlebih destinasi wisata itu dikelola oleh warga masyarakat sendiri seperti yang terjadi di Kabupaten Bintan saat ini,”  kata Dahsyat.

Baca juga:

Batik Padi Emas, Ikon Baru Kabupaten Bintan Kepri

Para Netizen ini Bersyukur Listrik Padam, Alasannya Masuk Akal

Sementara Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Bintan Wan Rudy menuturkan, Kabupaten Bintan telah mengalami perkembangan wisata yang sangat pesat. Apalagi menjadi salah pintu gerbang di Kepri yang mendatangkan wisatawan mancanegara dengan jumlah kunjungan lebih dari 560 ribu orang di tahun 2018. Itu menjadi hal yang istimewa untuk Bintan karena memberikan dampak yang besar kepada ekonomi masyarakat pada tiap-tiap destinasi yang dikunjungi. 
“Kita harapkan setelah ini para peserta dapat lebih terampil dan profesional dalam menelola tempat wisatanya masing-masing. Serta mengikuti standar pariwisata secara global,” jelas Wan Rudy.


BERITA LAINNYA

TANYA AHLI

Berita Tentang Baca Buku Terbaru dan Terkini Hari ini


PARENTING