Gempa Susulan, Crisis Center Terus Siaga

Crisis Center Kemenpar
Crisis Center Kemenpar

Gempa susulan berkekuatan 6,2 SR di Lombok, pada Kamis (9/8) siang membuat Menpar Arief Yahya terus waspadaagi. Ia meminta Tim Crisis Center, mengenai info  terkini seputar dampak gempa. Lalu dibuat langkah tanggap darurat, terutama di 3A lagi, Akses Amenitas dan Atraksi. “Yang terkait dengan wisatawan segera dilakukan langkah cepat,” kata Arief Yahya.

Sedangkan yang terkait dengan masyarakat yang terkena musibah, cepat diinformasikan ke posko BNPB, Kemensos, Basarnas, Polri, TNI, Kemenkes. Agar segera mendapatkan bantuan lebih cepat.

Dilaporkan Ketua Tim Crisis Center Kemenpar Guntur Sakti, gempa baru itu berpusat di darat, 6 km Barat Laut Lombok Utara, Kedalaman 12 Km, dirasakan (MMI) VI Lombok Utara, V Mataram, III-IV Klungkung, IV Denpasar, IV Lombok Tengah, III Sumbawa, II-III Tabanan.

Kadisparprov NTB Lalu Muhammad Faozal dari Lombok juga menambahkan,  gempa berdampak pada rusaknya beberapa bangunan di Kota Tua Ampenan. “Kami sudah survei, banyak heritage yang rusak di Ampenan,” kata Lalu Faozal.

Namun, Guntur Sakti menjelaskan, aktivitas penerbangan di Lombok Praya dan Bali Ngurah Rai tetap aman, normal, dan tetap melayani dengan baik.

“Kami juga pantau melalui akun Twitternya, Bandara Ngurah Rai (@baliairports) dan Bandara Internasional Lombok (@LIA_AP1) meng-update informasi bahwa aktivitas penerbangan di masing-masing bandara berjalan normal, tidak terganggu oleh gempa,” kata Guntur.

TCC, kata Guntur juga sudah mengirimkan data geospasial kepariwisataan Bali dan Lombok dari database Bagian Data, Informasi, dan TIK Kemenpar kepada Tim Data dan Informasi BNPB untuk keperluan pendataan objek wisata rusak.

Guntur juga melaporkan, AHA Center melalui ASEAN Coordinating Centre for Humanitarian Assistance on disaster management bekerja sama dengan BNPB menyusun laporan update dampak gempa Lombok dan mempublikasikannya melalui website dan twitternya (@AHACenter). Data itu dapat digunakan oleh negara-negara asing sebagai rujukan informasi dampak gempa Lombok.

Redaktur: Paskalis Yuri Alfred P



RELATED NEWS