Sisi Kelam Panjat Pinang, Digunakan Belanda Demi Mengejek Pribumi

Panjat pinang di HUT ke-74 RI, ada sisi kelam di balik keceriaannya (Foto : Istimewa)
Panjat pinang di HUT ke-74 RI, ada sisi kelam di balik keceriaannya (Foto : Istimewa)

GenPI.co - Merayakan HUT ke-74 RI alias Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia tak lepas dari serangkaian perlombaan salah satunya adalah lomba Panjat Pinang. Tahukah kamu? Di zaman dulu, mulanya perlombaan ini dikenal sebagai de Klimmast, yang memiliki arti 'memanjat tiang'.

Dilansir dari berbagai sumber, perlombaan ini berasal dari masa penjajahan Belanda. Orang-orang Netherland sering mengadakan lomba panjat pinang setiap tanggal 31 Agustus untuk merayakan hari ulang tahun Ratu Belanda saat itu yang bernama Wilhelmina. Dan, ada juga acara besar seperti hajatan serta pernikahan.

Baca juga :

GIF HUT RI yang Bisa Kamu Kirim ke Warga RT Biar Lebih Semangat!

Ini 5 Film Perjuangan yang Bisa Kamu Tonton Saat HUT ke-74 RI

Promo Kuliner Hingga Skin Care di HUT ke-74 RI , Khusus Hari Ini!

Sementara, peserta dari panjat pinang adalah warga pribumi yang memperebutkan hadiah bahan-bahan pokok seperti beras, roti, gula, serta pakaian. Pada zaman penjajahan, barang-barang tersebut merupakan barang mewah bagi kita. Sementara orang-orang Belanda dengan gelak tawa menonton aksi panjat pinang tersebut. Ya, dulu panjat pinang adalah cara penjajah Belanda mengejek bangsa Indonesia.


Oleh karena itu banyak anggapan negatif tentang panjat pinang. Pasalnya mengingatkan tentang warisan kolonial Belanda dan membangkitkan memori pahit pada masa penjajahan bagi sebagian orang, terutama veteran perang.


RELATED NEWS