Percakapan Menyentuh Gubernur Soal Mahasiswa Papua di Yogyakarta

Keluarga pelajar dan mahasiswa asal Papua usai mengikuti upacara peringatan HUT Ke-74 Republik Indonesia yang digelar di kompleks Balai Kota Yogyakarta (17/8/2019). (Sumber foto: Antaranews/ Eka Arifa Rusqiyati)
Keluarga pelajar dan mahasiswa asal Papua usai mengikuti upacara peringatan HUT Ke-74 Republik Indonesia yang digelar di kompleks Balai Kota Yogyakarta (17/8/2019). (Sumber foto: Antaranews/ Eka Arifa Rusqiyati)

GenPI.co -- Terkait kisruh yang terjadi di Papua atas buntut kasus penyerangan mahasiswa Papua di Malang dan Surabaya, seorang yang bekerja di Yayasan Pantau asal Papua, Ruth Ogetay, mengunggah di akun Facebooknya tentang sepotong kisah mahasiswa Papua di Yogyakarta di tahun 1980-an.

Tulisan esay yang diunggahnya berasal dari blog seorang Jurnalis senior bernama Andreas Harsono. Melalui blognya Andreas, terdapat tulisan dari Eri Sutrisno yang memuat percakapan antara Gubernur Irian Jaya Isaac Hindom dengan Gubernur Jawa Tengah H. Ismail (Muhammad Ismail), yang disaksikan Simon P. Morin saat tahun 2016 menjabat sebagai komisaris PT Freeport Indonesia. 

Lalu kisah itu diceritakan oleh rekan bernama Mathias Refra, mantan wartawan Timika Pos di Jayapura, hingga akhirnya ditulis dalam blog Andreas pada 20 Juli 2016.

Diketahui, Isaac Hindom menjabat sebagai Gubernur Irian Jaya pada tahun 1982 hingga 1988 dan Muhammad Ismail menjabat sebagai Gubernur Jawa Tengah selama dua periode dari tahun 1983 hingga tahun 1993.

Dalam blognya, dijelaskan percakapan antara Gubernur Jawa Tengah dengan Gubernur Irian Jaya terkait mahasiswa Papua di Yogyakarta di tahun 1980-an di masa kepemimpinan kedua gubernur ini.

Dijelaskan, Gubernur Jawa Tengah Ismail mengeluhkan adanya beberapa mahasiswa asal Irian Jaya yang berkelahi. Sementara Gubernur Irian Jaya Isaac Hindom mendengarkan keluhan Gubernur Ismail, lalu menjawab, bahwa ia juga sibuk mengurusi belasan ribu pendatang dari Jawa sebagai transmigran.

Redaktur : Maulin Nastria

RELATED NEWS