Wahai Pebisnis yang Mau Sukses Pelajari Karakter Spider-Man Ini!

Spider-Man (foto: gameranx)
Spider-Man (foto: gameranx)

 

Pahlawan super yang memiliki karakter jenaka ini disukai mulai dari anak-anak hingga orang tua. 

Namun, tak cukup sekadar dikagumi sosoknya sebagai pahlawan super, karakter manusia laba- laba ini juga banyak memberi pelajaran bagi kalangan pebisnis atau entrepreneur.

Berikut faktanya yang dilansir dari beberapa sumber: 

Pilih Mitra yang Tepat

Spider-Man tetap menggunakan logikanya untuk memilih dengan siapa ia akan berteman atau bersaing. 

Dalam filmnya, Spider-Man akhirnya dipertemukan dengan sang mentor, Tony Stark alias Iron Man. Lewat arahan sang mentor,  Spider-Man menjadi pribadi yang lebih kuat baik dalam bertingkah laku, mengambil keputusan, hingga berkomunikasi dengan yang lain. 


Karakter ini baik untuk ditiru kalangan pebisnis, agar tidak salah memilih mitra kerja untuk mendapatkan hasil seperti yang telah ditargetkan.

Tidak Takut berkompetisi

Karakter Spider-Man memang mengambarkan kehidupan mahasiswa pada umumnya, yang mulai malas untuk mengerjakan berbagai tugas di kampus dan mempunyai satu wanita untuk menjadi incaran cintanya. 

Walau dalam film tersebut Peter Parker digambarkan sebagai anak yang tidak terlalu unggul dalam pelajaran, tapi ia berani berkompetisi untuk mendapatkan seorang wanita idamannya yang cukup populer di kampusnya tersebut, bernama Mary Jane. 

Parker harus berjuang dengan caranya sendiri, tanpa memberi tahu ia adalah seorang superhero. Akhirya Mary Jane pun jatuh cinta dengan karakter Spider-Man  yang apa adanya.

Kalangan pebisnis yang andal, tentunya juga tidak takut dengan persaingan. Selama strategi yang dijalankan bagus, bersaing dengan yang telah maju lebih dulu pun, siapa takut?

Selalu Ramah

Spider-Man sangat menyembunykan identitas aslinya untuk dapat menolong orang banyak, tanpa diketahui siapa diri asli sebenarnya adalah mahasiswa biasa bernama Peter Parker. 

Karakter Spider-Man yang rendah hati, dan ramah pada setiap orang patut ditiru kalangan pebisnis.

Jangan pernah memilih orang untuk menawarkan produk dan jasa, apalagi jika merasa sudah banyak pelanggan. Tak pernah ada yang tahu, potensi di balik penampilan seorang konsumen. Setuju?

Simak video berikut ini:


Reporter : Asahi Asry Larasati

Redaktur : Linda Teti Cordina

RELATED NEWS