Menko Luhut: Bandara Kediri Tidak Mencederai Hati Rakyat

Kunjungan kerja Menko Luhut dan sejumlah menteri kabinet di Kediri Jawa Timur, Sabtu (31/8). (Sumber foto: Kemenko Bidang Kemaritiman)
Kunjungan kerja Menko Luhut dan sejumlah menteri kabinet di Kediri Jawa Timur, Sabtu (31/8). (Sumber foto: Kemenko Bidang Kemaritiman)

GenPI.co - Menko Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan tidak ada niat pemerintah untuk macam-macam kecuali bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat dalam pembangunan Bandara Kediri.

“Proyek ini adalah Proyek Strategis Nasional (PSN), tidak ada pikiran macam-macam. Harga yang kami bayarkan untuk pembebasan tanah pun sudah kami naikkan delapan hingga 10 kali lebih tinggi dari NJOP. Kami tidak akan mencederai rakyat,” ujar Menko Luhut saat melakukan temu wicara dengan masyarakat pada Sabtu (31/8).

Dalam dialog dengan penduduk yang tanahnya terkena proyek Bandara, Menko Luhut meyakinkan mereka bahwa selain harga yang dibayarkan sudah sangat layak, masyarakat juga bisa mendapat manfaat dari pembangunan proyek ini.

Seperti terbukanya lapangan kerja bagi masyarakat, lalu mereka juga bisa membangun koperasi atau usaha kecil yang bisa menunjang operasi Bandara seperti usaha makanan atau souvenir.

“Bahkan, seperti yang terjadi di Bandara Kulon Progo, ada putra daerahnya yang menjadi awak kabin. Mungkin juga putra-putri Kediri ada yang menjadi awak kabin pesawat atau bahkan menjadi pilotnya,” lanjut Menko Luhut.

Bandara Kediri akan dibangun dengan landasan pacu sepanjang 3.200 meter di atas area seluas 457 hektar. Dalam temu pidatonya Menko Luhut mengatakan, rencananya Bandara ini juga akan menjadi tempat pemberangkatan jemaah Haji sehingga akan dibangun pula fasilitas Asrama Haji yang lokasinya berdekatan dengan Bandara.

Baca juga:


Dongkrak Pariwisata, Bandara Kediri Resmi Dibangun Awal 2020


Reporter : Hafid Arsyid

Redaktur : Maulin Nastria

RELATED NEWS