Kebakaran Hutan, 1.769 Titik Panas di Sumatera

Petugas Satgas Darat karhutla, TNI dan Manggla Agni berjibaku memadam kebakaran lahan di Provinsi Riau. Foto: Wahyudi
Petugas Satgas Darat karhutla, TNI dan Manggla Agni berjibaku memadam kebakaran lahan di Provinsi Riau. Foto: Wahyudi

GenPI.co - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) stasiun Pekanbaru, mencatat sebanyak 1.769 titik panas tersebar di Pulau Sumatera. Jumlah titik panas paling banyak berada di wilayah Provinsi Jambi sebanyak 799 titik. 

Staf Analisis BMKG Stasiun Pekanbaru, Sanya Gautami mengatakan dari hasil pantauan satelit terdapat 1.769 titik panas di Sumatera. Jambi terpantau 799 titik, Sumsel 619 titik, Riau 211 titik, Bangka Belitung 71 titik, Lampung 43 titik, Kepulauan Riau 15 titik, Sumbar 8 titik dan Sumut 3 titik.

"Dari pantauan satelit Provinsi Jambi masih menjadi penyumbang titik panas dan titik api paling banyak di Sumatera yakni 799 titik," ungkap Sanya Gautami," ujarnya melalui keterangan persnya, Minggu (22/9). 

BACA JUGA: Kebakaran Hutan Akibat Ulah Perusahaan Membuka Lahan Perkebunan

Ia menambahkan, sementara untuk wilayah Provinsi Riau, titik panas mencapai 211, tersebar di 9 Kabupaten dan Kota. Untuk jumlah titik panas level confidence di atas 70 persen atau yang diyakini sebagai titik api terdeteksi sebanyak 150 titik yang tersebar di 8 kabupaten dan kota.

"Untuk level confidence di atas 70 persen terdapat 150 titik, dimana Inhil terpantau paling banyak yakni 47 titik. Sedangkan di Rohil 38 titik, Inhu 10 titik, Kampar 9 titik, Bengkalis 6 titik, Dumai 6 titik, kuansing 4 titik dan Meranti 4 titik," ujarnya. 

BMKG juga mencatat, pagi ini jarak pandang di kota Pekanbaru hanya 500 meter. Kualitas udara sudah sampai pada level berbahaya. Data Partikulat (PM10) berada di angka 492 ugram/m3. Jika angka di atas 350 ugram/m3 diartikan udara dalam kondisi berbahaya. 
 


Lihat video seru ini:


Redaktur : Cahaya

RELATED NEWS