Dari Jembatan Cinta Hingga Hidroponik

Jembatan Cinta di Pameran Flora dan Fauna 2018.
Jembatan Cinta di Pameran Flora dan Fauna 2018.

Ada yang menarik dari Pameran Flora & Fauna 2018. Sebuah struktur jembatan tampak mencolok di antara tanaman-tanaman yang memenuhi lokasi Lapangan Banten, Jakarta Pusat. Warnanya merah muda. Sementara sebuah sign ditempelkan padanya. Di situ tertulis ‘Jembatan Cinta’.

Jembatan itu rupanya satu dari stan yang bereksibisi di pameran tersebut. Pemiliknya adalah Pemerintahan Kabupaten Kepulauan Seribu. Melalui stan ‘Jembatan Cinta’, Pemkab Kep. Seribu mengajak para pengunjung yang datang lebih mengenal wisata yang ditawarkan.

Wida, penjaga Stan Jembatan Cinta mengungkapkan, Kepulauan Seribu menawarkan keragaman pesona wisata. Pemandangannnya eksotik begitu juga kekayaan budayanya.

Ada Pulau Tidung dan Kelor yang eksotik.  Demikian pula dengan pulau Untung Jawa yang selalu mempesona. Semuanya bisa dinikmati dengan mudah, lantaran jaraknya tidak jauh dari Jakarta.

“Daya tarik lainnya adalah Jembatan Cinta ini. Kalau Sobat GenPI ingin melihat Jembatan Cinta yang sebenarnya, bisa langsung menyebrang ke Kepulauan Seribu,” Wida mengajak.

Pameran Flora & Fauna 2018 sendiri merupakan gawean Dinas Kehutanan Pemprov DKI Jakarta. Digelar selama satu bulan penuh, event ini baru ditutup 10 September lalu.

Yunitasari, Kepala Seksi epnyuluhan Pemberdayaan Data dan Informasi Dinas Kehutanan Provinsi DKI Jakarta mengatakan, pameran Flora & Fauna 2018 adalah program unggulan Pemprov DKI Jakarta sejak tahun 1971.

“Program ini sejak awal dilaksanakan di Taman Langsat. Tapi untuk tahun ini penyelenggaraanya di lapangan banteng  karena animo peserta yang semakin bertambah,” ujarnya.

Salah satu yang menarik minat pengunjung di gelaran tersebut adalah teknologi hidroponik. Hidroponik adalah budidaya menanam dengan memanfaatkan air tanpa menggunakan tanah dengan menekankan pada pemenuhan kebutuhan nutrisi bagi tanaman. Kebutuhan air pada hidroponik lebih sedikit dari pada kebutuhan air pada budidaya dengan tanah.

Keterbatasan lahan di ibukota membuat sistem hidroponik menjadi alternatif bercocok tanam bagi warga Jakarta.  “ Bukan air saja. Ada vitamin yang terkandung  di dalam air tersebut. Jadi memudahkan tanaman mendapatkan nutrisi dan tumbuh lebih cepat,” ujar Ari yang membuka stan tanaman hidroponik di pameran itu.

Reporter: Anggi Agustiani

Redaktur: Paskalis Yuri Alfred P



RELATED NEWS