Yandex Metrics
GenPI.co App
Aplikasi Berita Terbaru dan Terpopuler
Dapatkan di Play Store atau Apps Store

Intelijen Kejari Pekanbaru Selidiki Ajaran Tak Perlu Salat

Gedung Kejaksaan Negeri Pekanbaru (Foto: Heru/GenPI.co)
Gedung Kejaksaan Negeri Pekanbaru (Foto: Heru/GenPI.co)

GenPI.co - Kemunculan  aliran bernama Ilmu Pelindung Kehidupan di Pekanbaru, Riau, mendapat perhatian aparat penegak hukum setempat. Kejaksaan Negeri (Kejari) pekanbaru pun membentuk tim khusus untuk menyelidiki fenomena tak lazin itu.

Ilmu Pelindung Kehidupan sendiri merupakan sempalan Islam. Penganutnya mengaku beragama Islam, namun menyatakan diri tidak harus melakukan salat wajib dan membaca Al Quran.

Kepala Sub Seksi A Intelijen Kejaksaan Negeri (Kejari) Pekanbaru Yopentinu Adi Nugraha, Senin (7/10) mengatakan, Tim penyelidikan yang tergabung dalam Tim Pengawasan Aliran Kepercayaan Masyarakat (Tim Pakem) menemukan 3 aliran yang diduga sesat.

Baca juga: Aliran Sesat Tak Perlu Salat dan Baca Alquran, Ini Penjelasannya

“Aliran sesat itu dilaporkan oleh masyarakat ke pemerintah. Aliran kepercayaan yang diduga sesat dan menyimpang itu, yakni ajaran Islam yang tidak mewajibkan salat dan baca Alquran," kata Yopentinu.

Tim Pakem juga menemukan ajaran yang mirip kepecayaan mirip Kristen bernama Saksi Yehuwa. Sempalan Kristen ini tidak merayakan natal dan tak menggunakan salib dan menolak konsep Trinitas. Ada juga aliran dari Negeri Sakura, Jepang yang disebut dengan nama Shensei Bukkyo.

Terkait Ilmu Pelindung Kehidupan, Yopentinu  mengatakan aliran tersebut disebarkan dengan kedok membuka pengobatan alternatif di suatu tempat di Kota Pekanbaru.

“Setiap pasien yang datang, maka aliran yang diduga dari Provinsi Lampung itu mengajarkan kepada pasien untuk tidak perlu melaksanakan sholat wajib serta membawa Al Quran,” jelasnya.


Share to LINE LINE Share to WhatsApp WhatsApp

BERITA LAINNYA

TANYA AHLI

Berita Tentang Komunitas Terbaru dan Terkini Hari ini


PARENTING