Sidaksos, Database Kemiskinan Pertama di Jawa Tengah

Walikota Hendrar Prihadi bersama Muspida sepakat mengentaskan kemiskinan warga Kota Semarang melalui Sidaksos. (Foto: Gus Wahid/GenPI.co)
Walikota Hendrar Prihadi bersama Muspida sepakat mengentaskan kemiskinan warga Kota Semarang melalui Sidaksos. (Foto: Gus Wahid/GenPI.co)

GenPI.co - Pemerinta Kota Semarang menginisiasi big data untuk penanganan kemiskinan melalui progam Sistem Informasi Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (Sidaksos). Menariknya, ini adalah sistem informasi dan database tentang warga miskin pertama di Jawa Tengah.

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi  mengatakan, dengan Sidaksos ini Pemkot Semarang akan memiliki sebuah data besar. Terutama untuk mencatat siapa saja warga Kota Semarang yang masuk kategori miskin.

BACA JUGA: Sampah Kepung Jateng, Ganjar: Cari Solusinya di Kongres

“Sehingga tidak hanya sebatas bicara jumlah warga miskin 4,1 persen saja, tetapi siapa 4,1 persen ini, mulai usianya, masuk kelompok miskin yang seperti apa,” terang Wali Kota yang akrab disapa Hendi itu, Selasa (10/8)

Sebagai informasi, Kota Semarang berhasil menurunkan angka kemiskinan dalam beberapa tahun terakhir. Dari angka 5,68% di tahun 2011, turun menjadi 4,14% di tahun 2018 lalu.

Dijelaskan, sistem ini dikembangkan oleh Dinas Sosial Pemkot Semarang. Sidaksos berfungsi memberikan data terkini tentang warga miskin. Itu juga menjadi dasar pemberian bantuan dan penanganan fakir miskin di kota itu.

Hendi mengharapkan data yang tersaji dalam sistem ini dapat segera digunakan untuk membagi tugas strategis kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.


“Ini penting sekali, Sidaksos ini menjadi sebuah parameter bagi dinas terkait untuk melihat titik mana yang warganya rentan kemiskinan, wilayah yang kumuh di mana, sehingga infrastruktur masuk, UMKM bisa masuk,  sehingga lebih tepat sasaran. Kalau tidak ada data hanya mengandalkan asumsi," tandasnya.


RELATED NEWS