Sampah Kepung Jateng, Ganjar: Cari Solusinya di Kongres

Kongres Sampah di Jateng mendesak dilaksanakan untuk mengatasi persolan sampah di provinsi itu. (Foto: Down to Earth)
Kongres Sampah di Jateng mendesak dilaksanakan untuk mengatasi persolan sampah di provinsi itu. (Foto: Down to Earth)

GenPI.co - Saat ini, Jawa Tengah menghasilkan 5,7 juta ton sampah per tahun atau 15.671 ton per hari. Di sisi lain, provinsi itu hanya mampu mengurangi 4,71 persen dari jumlah tersebut melalui kekuatan 1.562 Bank Sampah, 144 TPA 3 R dan 542 Rumah Rosok yang dimilikinya.

Hal itu dikatakan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo Selasa (8/10) di Semarang. Karena itu, pelaksaan Kongres Sampah yang digelar 12-13 Oktober ini di Desa Wisata Kesongo, Kecamatan Tuntang dirasa penting.

BACA JUGA: Titipkan Sampahmu yang Bisa Didaur Ulang di Dropbox Waste4Change

"Ide-ide yang berserakan soal sampah itu kami tata dulu sejak sebelum pelaksanaan Kongres Sampah. Soal plastik misalnya. Eh, kamu itu penyumbang sampah besar. Yang industri kresek sudah bilang mereka menyumbang sampah plastik hanya sebesar 6 persen. Selebihnya multilayer, lebih berbahaya karena tidak bisa diolah. Yang begini kami minta disistematisasi," katanya.

Ganjar juga mengemukakan alasan lain mengapa Kongres Sampah mendesak diselenggarakan. Kegiatan ini diharapkan dapat menghasilkan sistematika sederhana mencakup persoalan sampah di hulu.

loading...

Persoalan ini harus dipecahkan meliputi perilaku masyarakat, di hilir yang mencakup pemanfaatannya dan di antara keduanya terdapat pengelolaan.

Di samping itu, Kongres Sampah akan membentuk komisi khusus beranggotakan akademisi, birokrat, masyarakat dan aktivis. Mereka akan mengidentifikasi dan mengeluarkan keputusan terkait beberapa persoalan itu.

"Dari itu saya mengharapkan dari Kongres Sampah ini akan ada keluaran, ada yang fokus menangani perilaku masyarakat yang mesti berubah, ada yang fokus regulasi, harus ada tempah sampah misalnya atau ada solusi lain. Teknologi sampah yang sudah ada akan bermanfaat jika perilaku kita sudah tertata," katanya.


BERITA LAINNYA

TANYA AHLI

Berita Tentang Millennial Of The Week Terbaru dan Terkini Hari ini


PARENTING