Kurasi CoE Akan Semakin Diperketat

Kurasi CoE Akan Semakin Diperketat
Image Caption Here

Pelaksanaan 100 Calendar of Event (CoE) Kementerian Pariwisata tahun 2019 dijamin lebih berkualitas. Sebab, kurasinya diperketat. Tim kuratornya pun lebih berkualitas. Dijamin berstandar internasional.

Menteri Pariwisata Arief Yahya menjelaskan hal tersebut  sesuai arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Yaitu agar persiapan pelaksanaan CoE harus benar-benar matang. Serta dilakukan dari jauh-jauh hari.

"Seringkali penyelenggaraan event di daerah bisa berubah.  Karena, Gubernur, Walikota, atau Bupatinya kebetulan akan berhalangan pada hari-H. Ini salah satu kelemahan yang tidak boleh lagi dilakukan," ujar Menpar Arief, Kamis (13/9).

Untuk memperbaiki hal tersebut, Kementerian Pariwisata melakukan presentasi usulan Calender of Events 2019. Kegiatan ini dihadiri 34 Kepala Dinas Pariwisata dari seluruh Indonesia. Presentasi itu dilaksanakan selama dua hari,  13-14 September di Hotel Santika Premier Hayam Wuruk, Jakarta.

Tidak hanya itu, kuratornya pun ditambah. Tim kurator berisi 6 orang. Semuanya kompeten. Mulai dari Staf Khusus Menteri Pariwisata Bidang Media dan Komunikasi Don Kardono yang menilai Media Value event. Lalu, ada Taufik Rahzen yang menilai Cultural Value, kemudian ada Jacky Mussry terkait Commercial Value.

Sosok-sosok sukses di balik Opening Ceremony Asian Games 2018 juga dilibatkan. Yaitu  Denny Malik yang menilai koreografi, desainer pencetus Jember Fashion Carnival Dynand Fariz, dan mantan dancer yang pernah menjadi koreografe Madonna, Eko “PeCe” Supriyanto.

“Semuanya sengaja dihadirkan untuk menentukan kriteria pemilihan event besar, harus yang sudah dikenal secara umum dan melampaui daerahnya. Selain itu, sudah diselenggarakan secara kontinyu (3-4 tahun berturut-turut), dan memiliki sebaran daerah (proporsional),” ujar Ketua Pelaksana Calender of Event 2019 Esthy Reko Astuti.

Staf Khusus Menteri Pariwisata Bidang Media dan Komunikasi Don Kardono mengatakan, Calender of Event merupakan "engine" daya tarik utama pariwisata. Keragaman event yang terselenggara di Indonesia baik oleh Pemerintah, masyarakat dan swasta menyebabkan Indonesia dianggap sebagai the archipelago of events (kepulauan dari peristiwa).

"Perlu disusun Calendar of Event yang dikurasi berdasarkan standard internasional yang berkelanjutan, dikelola profesional dan terjadwal dengan ketat," ujar Don Kardono.



RELATED NEWS

KULINER