Dihadiri 189 Negara, IMF-WBG Diprediksi Spending USD 1000

Dihadiri 189 Negara, IMF-WBG Diprediksi Spending USD 1000
Image Caption Here

Data menarik muncul di Workshop Percepatan Pengembangan Wisata Meeting, Incentive, Confrence, and Exhibition (MICE) Kementerian Pariwisata (Kemenpar). Perhelatan yang digelar di Bali Nusa Dua Convention Center, 12 September 2018 ini, menghasilkan data bahwa IMF-World Bank Group (WBG) dipastikan akan dihadiri 189 negara. Selain itu dipastikan per delegasi akan mengeluarkan spending money sebesar USD 1000.

” Sudah sangat benar bahwa event ini value untuk pariwisatanya sangat fantastis. Untuk dampak ekonominya apalagi. Sebagai informasi saja, untuk para delegasi dipastikan mendapatkan uang saku sebesar 1000 Dolar per delegasi dari uang saku IMF. Uang ini akan berbentuk seperti e-Money. Jelas saja, mereka akan menghabiskan uangnya di negara kita. Belum dengan keluarganya. Mereka akan berwisata habis-habisan,”ujar Direktur Unit Khusus Pertemuan Tahunan IMF-WBG Bank Indonesia Peter Jacobs dalam acara Kemenpar tersebut.

Seperti diketahui, IMF-WBG Indonesia akan menjadi tuan rumah dari tanggal 8 hingga 14 Oktober 2018 di Bali. Peter memaparkan, agendanya juga tidak main-main di mata dunia. IMF-WBG adalah pertemuan tahunan yang diselenggarakan oleh Dewan Gubernur World Bank dan IMF pada bulan Oktober, untuk mendiskusikan perkembangan ekonomi dan keuangan global serta isu-isu terkini. ” Dan dahsyatnya lagi, ini akan dihadiri oleh 189 negara dengan 15 ribu lebih delegasi. Yang hadir juga tidak main-main, Menteri Keuangan, Gubernur Bank Sentral CEO, Industri Keuangan, Akademisi Terkemuka dan Lembaga Internasional semua hadir di acara ini. Mereka akan menjadi wisatawan bisnis namun tidak menutup kemungkinan akan menjadi wisatawan leuiser dan kembali ke Indonesia,”kata Peter.

Peter juga mengucapkan terima kasih kepada Kemenpar yang ikut melakukan promosi dan juga menggelar workshop di Nusa Dua Bali ini. Karena dengan kegiatan ini, maka industri pariwisata di Bali siap lahir batin menyambut gelaran yang juga akan dihadiri delegasi dari sektor keuangan dan perekonomian tersebut. ” Kita harus bergandengan tangan untuk Indonesia,”ajak Peter yang langsung disambut tepuk tangan meriah para peserta workshop.

Hal senada juga diungkapkan oleh Koordinator Unit Khusus IMF-WBG Kementerian Keuangan Adi Budiarso. Kata Adi, sangat berdampak besar IMF-WBG di Bali ini terhadap perekonomian masyarakat. ”IMF-WBG ini digelar di kota-kota besar yang memiliki infrastuktur MICE yang juga besar. Saya ada pengalaman di Peru, seminggu sebelum pelaksanaan saja Venue mereka masih dalam persiapan. Sementara kita Bali, semua ada. Infrastruktur untuk MICE siap, destinasi wisata juga amat sangat siap,”kata Adi.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengucapkan terima kasih kepada semua nara sumber dan para peserta yang hadir di workshop. Kemenpar memang sangat memanfaatkan momentum IMF-WBG.

Buktinya, Kemenpar telah siap menjual 63 paket wisata untuk menyambut perhelatan tersebut. Hal ini disampaikan Menpar dalam rapat persiapan IMF-WB Annual Meetings 2018 yang dipimpin oleh Menteri Koordinator Kemaritiman (Menkomar), Luhut Binsar Pandjaitan di kantor Kemenko Kemaritiman, Jakarta, Senin (10/09) beberapa waktu lalu.

“Kemenpar telah bekerjasama dengan ASITA dan stakeholders untuk menyiapkan 63 paket wisata unggulan di tujuh destinasi yaitu Bali, Lombok, Yogyakarta, Banyuwangi, Danau Toba, Tana Toraja, dan Komodo-Flores & Sumba,” kata Menpar.

Sebanyak 63 paket wisata itu akan dijual secara online dan offline. Untuk online, paket wisata tersebut telah ditayangkan dalam landing page website resmi Kemenpar yaitu www.indonesia.travel dimana halaman penjualan hanya dapat diakses melalui Host Government Website http://am2018bali.go.id/ dan website imfconnect.com yang usernya merupakan member IMF dan WBG.

Paket wisata juga akan dijual secara offline yaitu melalui counter khusus Kementerian Pariwisata bersama ASITA, juga melalui counter penjualan paket wisata di 21 officials hotels selama tanggal 08-14 Oktober 2018 di antaranya Hotel Sofitel, Grand Hyatt, Intercontinental, Mulia Hotel, dan lainnya.

Menkomar Luhut mengatakan persiapan pertemuan tahunan tingkat dunia ini sudah sangat baik. “Indonesia telah melakukan persiapan dengan sangat baik menjelang pertemuan IMF-WB Annual Meetings 2018”, kata Menkomar Luhut.

Bali sebagai tuan rumah telah menarik perhatian para delegasi untuk segera berkunjung. Hal ini tidak lepas dari kecantikan alam dan budaya Pulau Dewata yang sudah sangat terkenal di dunia. Berbagai persiapan telah dilakukan dalam menyambut IMF-WB Annual Meetings 2018 ini, salah satunya perbaikan infrastruktur. Bandara I Gusti Ngurah Rai kini sedang diperluas apronnya dan diperkirakan rampung pada September 2018 ini. Bandara Banyuwangi juga diperbesar sebagai penyangga dari Bandara I Gusti Ngurah Rai di Bali.

“Potensi ini memang harus dioptimalkan dengan pembukaan akses udara yang memadai. Sebab, Bali menjadi tuan rumah IMF-World Bank Annual Meetings 2018”, kata Menpar Arief Yahya.

Perhelatan event tahunan dunia ini memang menjadi momentum penting dalam mempromosikan pariwisata Indonesia. Selain didatangi sekitar 18.000 delegasi, potensi income dari para delegasi juga sangat besar.(*)



RELATED NEWS

KULINER