Dikawal Kurator Handal, CoE 2019 Harus Miliki 3 Value

Salah satu CoE Kemenpar
Salah satu CoE Kemenpar

Calendar of Event (CoE) 2019 akan memiliki tiga value. Yaitu creative, commercial, dan communication. Tujuan itulah yang akan dicapai setelah kurasi diperketat.

Ada enam orang yang dipilih untuk menjadi kurator CoE. Mereka adalah Stafsus Menteri Pariwisata Bidang Media dan Komunikasi Don Kardono, Jacky Mussry dari MarkPlus, Taufik Rahzen (budayawan dan sastrawan) dan Deny Malik (Koreografer, Artis).

Ada  juga Dynand Fariz (penggagas Jember Fashion Carnival), Eko ‘Pece’ Supriyanto (mantan koreografer dan penari latar Madonna). Orang-orang ini akan mengawal agenda pariwisata Indonesia di 34 provinsi.

"Prinsipnya events yang diusulkan oleh masing-masing Kepala Dinas Provinsi, harus memiliki 3C. pertama Creative Value atau Cultural Value sehingga setiap event memiliki selera seni yang berkelas dunia," ujar Don Kardono, di Jakarta, Sabtu (14/9).

Yang kedua, lanjut Don Kardono, memiliki commercial Value. Dengan nilai komersial suatu event yang tinggi sudah tentu memiliki potensi devisa yang tinggi. Dan 'C' yang ketiga adalah Communication Values atau Media Value. Menurut Don Kardono, bila kedua C diatas sudah dilengkapi, nilai di media juga akan menarik, unik, dan penuh pesona.

Disamping Tim Kurator, Don menilai kehadiran Generasi Pesona Indonesia (GenPI) bisa melengkapi kesuksesan suatu event. Karena GenPI bisa memviralkan destinasi wisata serta event, dan memunculkan awareness baru.

Denny Malik ikut angkat suara. Menurutnya, 34 Provinsi yang ada di Indonesia punya budaya yang luar biasa. Mereka bersaing satu sama lain agar event di daerahnya masuk dalam Calendar of Event nasional.

"CoE 2019 memang agak membingungkan, akan tetapi itu wajar. Karena secara ide dan kreativitas di 34 Provinsi semuanya bagus. Tetapi memang kita harus mencari ikon utama di suatu daerah, yang unik dan beda dengan daerah lain. sehingga bisa menarik wisatawan datang," ujar Denny Malik.

Pelantun lagu Jalan-jalan Sore itu menilai Indonesia memiliki keberagaman seni budaya. Hampir setiap daerah, punya karateristik budaya yang berbeda. Untuk itu setiap daerah harus all out mengeluarkan ide. Seperti menyatukan dengan unsur alam atau olahraga. Semua bersentuhan dengan seni budaya.

"Intinya festival seni budaya ini harus dikemas berbeda disetiap daerah. Sehingga wisatawan melihat setiap keunikannya," ujar pria kelahiran Pesisir Selatan, Sumatera Barat itu.

Sementara itu, pakar karnaval yang namanya sudah mendunia dengan Jember Fashion Carnaval, Dynand Fariz, menilai ToP 100 Calender of Event sangat menarik. Namun, ada beberapa yang harus dikaji dan dievaluasi.

"Banyak hal, ada dari segi peningkatan event, konten  event, dan aktivitas yang muncul disetiap event. Karena, mereka perlu berpikir bila suatu event itu tidak hanya sekedar dibuat, tapi harus direncakan dan punya nilai jual," ujar Dynand.

Redaktur: Paskalis Yuri Alfred P



RELATED NEWS

KULINER

My Trip Story

Oleh:
Anggi Agustiani
Reporter