Auri Jaya: Menteri Milenial Bisa Jadi Penghubung Lintas Generasi

Jurnalis senior Auri Jaya (tengah) dalam diskusi bertajuk Meneropong Kabinet Kerja jilid dua Jokowi-Ma’ruf, Jumat (11/10) di Jakarta. (Foto: Winento/GenPI.co))
Jurnalis senior Auri Jaya (tengah) dalam diskusi bertajuk Meneropong Kabinet Kerja jilid dua Jokowi-Ma’ruf, Jumat (11/10) di Jakarta. (Foto: Winento/GenPI.co))

GenPI.co - Presiden Joko Widodo membutuhkan generasi muda untuk menempati kursi menteri pada Kabinet Kerja jilid dua Jokowi-Ma’ruf. Generasi muda ini dinilai lebih paham dalam dunia teknologi yang berkembang saat ini yang dapat dijadikan acuan menentukan kebijakan.

Hal itu diungkapkan jurnalis senior Auri Jaya dalam diskusi Meneropong Kabinet Kerja jilid dua Jokowi-Ma’ruf, Jumat (11/10) di Wisma mas Isman, Jakarta. Diskusi tersebut juga menghadirkan Direktur Gerakan Muda Jokowi-Ma’ruf  Dian Assafri dan Direktur Eksekutif SMRC Sirojudin Abbas.

“Terkait menteri dari kalangan milenial, tidak ada batasan umur. Tetapi mereka harus memiliki latar belakang yang kompeten dan mengusai bidang dalam menjalankan program pemerintah,” ujarnya.

BACA JUGA: Kabinet Jokowi: 8 Berpeluang Bertahan, Rini Soemarno Diragukan

Auri yang juga Direktur JPNN dan GenPI.co menjelaskan, salah satu tugas menteri milenial ini adalah menjadi jembatan. Sosok tersebut harus mampu menjadi penghubung generasi muda dengan pop culture-nya dan para golongan tua yang cenderung lebih konservatif.

“Pendekatan-pendekatan terhadap kalangan milenial ini diperlukan jembatan yang bisa dimengerti oleh Jokowi. Umumnya sudut pandang milenial terhadap aspek ekonomi dan psikologisnya jauh berbeda dan bertolak belakang dengan generasi Pak Jokowi,” lugas Auri.

Di balik generasi milenial yang bertolak belakang dengan pemikiran generasi tua saat ini, Auri menilai banyak ide-ide cemerlang yang bisa dijadikan acuan untuk diterapkan oleh warga negara.


“Banyak orang yang bilang kaum milenial ini adalah orang yang malas. Tetapi ketika sedang bekerja umumnya mereka tidak mau berhenti atau istirahat. Selain itu, di balik kemalasan tersebut banyak ide-ide teknologi yang diciptakan oleh para kaum milenial,” ungkap Auri,


Reporter : Winento

Redaktur : Paskalis Yuri Alfred

RELATED NEWS