Menyingkap Tragedi Wiranto dan Datangnya Imam Mahdi

Menko Polhukam diserang (Foto: Dok. Polres Pandeglang)
Menko Polhukam diserang (Foto: Dok. Polres Pandeglang)

GenPI.co - Jaringan Teroris Abu Rara menyatakan diri Menanti Al Mahdi. Hal tersebut terkuak ketika Polisi meringkus Jaringan Teroris di Bali yang ternyata dalam satu grup yang sama. Benarkah grup Menanti Al Mahdi ini memiliki keyakinan akan datangnya seorang juru penyelamat atau Imam Mahdi seperti Sabda Rasulullah SAW? 

Jika benar Jaringan Teroris Abu Rara meyakini akan datangnya Imam Mahdi atau Al Mahdi, lantas kenapa dia menebar teror? Kenapa dia menjadi ‘Martir’ untuk membunuh Menko Polhukam Wiranto? Karena tindakan yang mereka lakukan itu jelas tidak ada dalam tuntunan Rasulullah SAW. Berikut GenPI.co mengupas tentang Imam Mahdi atau Al Mahdi.

Setelah Rasulullah SAW wafat pada 12 Rabiul Awal tahun 11 Hijrah/ Juni  632 M, muncul sebuah pengharapan di kalangan umat Islam akan kedatangan seorang Ratu Adil atau dikenal dengan Imam Mahdi. Keyakinan akan datangnya seorang juru penyelamat atau Imam Mahdi berakar kuat, baik di kalangan Sunni maupun Syiah.

BACA JUGA: Penusuk Wiranto Tak Takut Mati, Bikin Jaringan Menanti Al Mahdi

Menurut Ensiklopedi Islam, Imam Mahdi adalah seorang juru selamat di akhir zaman. Imam Mahdi diyakini sebagai seorang Muslim berusia muda yang akan dipilih oleh Allah SWT untuk menghancurkan semua kezaliman dan menegakkan keadilan di muka bumi sebelum datangnya hari kiamat.

‘’Istilah Imam Mahdi muncul dan berhubungan dengan aqidah mahdawiyyah,’’ tulis Ensiklopedi Islam. Yakni, keyakinan bahwa pada akhir zaman akan datang seorang juru selamat yang akan menyelamatkan kehidupan umat manusia di muka bumi dari ketidakadilan, kesengsaraan, dan kekejaman yang akan membawa pada kebahagian dan kedamaian.

John L Esposito dalam Ensiklopedi Oxford, mengungkapkan, Mahdi (orang yang diberi petunjuk ilahiah) merujuk pada figur eskatologis yang akan hadir untuk memimpin pada masa keadilan dan keyakinan sejati menjelang tibanya hari kiamat.


‘’Asal usul kata Mahdi tak ditemukan dalam Alquran, kaum Muslim awal menggunakan gelar kehormatan itu untuk Nabi SAW dan empat khalifah pertama,’’ ujar Esposito. Keyakinan umat Islam akan datangnya Imam Mahdi pada akhir zaman tak lepas dari keberadaan hadis Nabi SAW.


Redaktur : Tommy Ardyan

loading...

BERITA LAINNYA

Berita Tentang Millennial Of The Week Terbaru dan Terkini Hari ini


PARENTING