Fodor Bilang TNK Mahal, Kadispar Mabar: Tarif Wisman Rp 100 Ribu

Ilustrasi Komodo. (Foto: Pixabay)
Ilustrasi Komodo. (Foto: Pixabay)

GenPI.co - Taman Nasional Komodo dikategorikan sebagai salah satu lokasi wisata dunia yang sebaiknya tidak dikunjungi pada tahun 2020 oleh laman wisata asal Amerika Serikat, 

Tarif masuk ke TN Komodo dianggap terlalu mahal menjadi alasannya. Fodor menganggap destinasi itu  hanya mau menghabiskan uang turis.

BACA JUGA: TN Komodo Tak Layak Kunjung, Ini Pendapat Pelaku Wisata Setempat

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Manggarai Barat, Agustinus Rinus saat dihubungi GenPI.co memberikan tanggapannya. Menurutnya, berita yang dipublikasi Fodor itu didasari oleh pernyataan Gubernur NTT yang akan menaikkan tarif masuk ke TN Komodo untuk turis asing sebesar USD 1.000 atau setara Rp14 juta.

“Ya mungkin itu mereka kaitkan dengan pernyataan Gubernur. Itu kan baru sebatas wacana,” kata Agustinus kepada GenPI.co, Sabtu (23/11).

Agustinus menjelaskan, saat ini pemerintah daerah mengacu pada Perda No.1 Tahun 2018, yang menetapkan tarif untuk wisata asing Rp100 ribu, wisatawan nusantara Rp50 ribu. Khusus buat  wisatawan lokal NTT , dikenakan tarif Rp20 ribu. Agustinus menganggap harga tersebut sudah sangat terjangkau bagi para wisatawan.

“Yang sekarang saya pikir tidak terlalu mahal ya, kami sudah kaji semua. Jadi cukup terjangkau. Media lain, Lonely Planet justru mengkategorikan TN Komodo sebagai destinasi dengan tarif terbaik,” ujarnya.


BACA JUGA: Terlalu Mahal, Fodor Anggap TN Komodo Tak Layak Kunjung


Reporter : Yasserina Rawie

Redaktur : Paskalis Yuri Alfred

RELATED NEWS