NTB Rintis Kebangkitan Pariwisata dari Thailand

Gili Trawangan, salah satu destinasi wisata di Kabupaten Lombok Utara, NTB. (Foto: Google Image)
Gili Trawangan, salah satu destinasi wisata di Kabupaten Lombok Utara, NTB. (Foto: Google Image)

Pariwisata Nusa Tenggara Barat (NTB) terus menggeliat pasca bencana alam. Pemulihannya kini dipercepat Kemenpar melalui program Sales Mission NTB di Thailand. Optimalisasinya dilakukan seriring tren positif pertumbuhan pariwisata Negeri Gajah Putih.

Kebijakan ‘menjaring di kolam ikan’ diterapkan NTB melalui Sales Mission. Digelar Rabu (14/11), agenda ini akan dilaksanakan di Pullman Bangkok Hotel G, Thailand. Turun full team, program Sales Mission NTB di Thailand akan diikuti 16 peserta. Rinciannya terdiri dari 13 TA/TO dan 3 hotel. Ada juga 1 perwakilan dari asosiasi. Mereka pun menyertakan 1 media dari Lombok Post.

“Thailand ini dipilih karena potensinya besar. Pergerakan wisatawan di sana sangat positif,” ungkap Plt Deputi Bidang Pemasaran I Kementerian Pariwisata Ni Wayan Giri Adnyani, Rabu (8/11) malam.

Thailand ini juga jadi potensi market besar. Sebab, pergerakan dari wismannya mencapai 7 juta orang per tahun. Mereka menikmati beberapa destinasi yang ada, yaitu Phuket, Krabi, hingga Koh Samui. Giri Adnyani pun menambahkan, koneksi bisnis dengan buyers lokal Thailand memberikan banyak keuntungan.

“Sama seperti program Sales Mission lainnya, para sellers akan bertemu dengan buyers Thailand secara langsung. Dari situ, diharapkan adanya deal bisnis yang positif dan menjanjikan. Ke depannya bisa terus memberikan pengaruh baik bagi pertumbuhan pariwisata Indonesia,” tegas Giri Adnyani lagi.

Meski hanya digelar sehari, beragam formulasi terbaik sudah disiapkan Sales Mission NTB di Thailand. Presentasi beragam potensi pariwisata akan dilakukan NTB yang dilanjutkan diskusi. Sesi B to B Meeting (Table Top) pun diberikan. Sebanyak 16 sellers NTB ini akan dipertemukan dengan 50 buyers Thailand. Memberikan keramahan, jamuan makan dan doorprize pun diberikan.

“Percepatan pertumbuhan pariwisata di NTB harus dilakukan. Momentum tersebut ada pada saat ini. Optimalisasi juga harus dilakukan, apalagi sebentar lagi ada perayaan pergantian tahun. Destinasi NTB ini tetap eksotis,” kata Asisten Deputi Bidang Pemasaran I Regional I Iyung Masruroh.

Menegaskan keindahan bumi NTB, beragam parade seni budaya diberikan. Ada sajian tari tradisional dengan iringan Gendang Beleq. Ada juga Tari Rudat khas Lombok dan Tari Gandrung. Warna lainnya ditunjukan dari pertunjukan live music. Menteri Pariwisata Arief Yahya mengungkapkan, optimalisasi market Thailand harus dieksplore secara menyeluruh.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan, pasar Thailand ini haus dimanfaatkan. Peluang yang bisa didapatkan di sana sangat besar. Jumlah dari wismannya selalu tinggi per tahun, lalu masyarakat lokalnya juga mobile ke luar.

“Hal ini tentu potensi bagus bagi NTB. Atraksi di NTB luar biasa, amenitas dan aksesibilitasnya juga sudah bagus. NTB saat ini sudah normal dan tetap nyaman bagi wisman,” tutup Menteri yang sukses membawa Kemenpar No. 1 dan jadi #TheBestMinistryTourism2018 se-Asia Pasifik di Bangkok ini.

Redaktur: Paskalis Yuri Alfred P



RELATED NEWS

KULINER

My Trip Story

Oleh:
Anggi Agustiani
Reporter