Ketahui 5 Langkah Perawatan Mutiara Laut Indonesia

Mutiara Laut indonesia pada pameran di Aloon-Aloon Indonesia, Grand Indonesia (Foto: Hafid)
Mutiara Laut indonesia pada pameran di Aloon-Aloon Indonesia, Grand Indonesia (Foto: Hafid)

Sebagai salah satu batu permata paling mahal di dunia, mutiara laut perlu untuk dirawat agar tetap berpendar kilaunya. Indonesia patut berbangga sebab penghasil mutiara terbesar di dunia salah satunya berada di Lombok, NTB. 

Seperti diungkapkan Nunik Anurningsih, pengawas yayasan mutiara laut Indonesia bahwa mutiara dapat bersinar hingga waktu yang lama asal dilakukan perawatan yang benar. Menurutnya mutiara memiliki bagian-bagian pokok yang menjadi ciri khasnya diantaranya lustre, nacre, dan permukaan. Lustre adalah sinar yang dipantulkan oleh mutiara, sedangkan nacre adalah lapisan yang menutupi 'nucleii' mutiara yang dibudidayakan.

Lalu bagaimana langkah yang tepat untuk merawat mutiara laut agar tetap bersinar? Yuk,simak 5 tahapannya berikut ini : 

1. Bersihkan Dengan Kain Lembut

Gunakan kain lembut untuk membersihkan mutiara setiap kali setelah memakainya. Fungsinya untuk mencegah zat asam seperti keringat yang dapat melarutkan kristal pada permukaan mutiara, yang mengakibatkan kemilaunya menjadi kusam.

Disamping itu dianjurkan agar mutiara dibersihkan 1 atau 2 kali setahun dengan menggunakan kain pembersih khusus yang dapat dibeli di toko spesialis.

2. Hindari Zat Asam

Mutiara tidak boleh ditempatkan di dekat zat asam seperti parfum, hairspray, obat-obatan dan pengharum udara. Ketika hendak memakai hairspray atau parfum sebaiknya mutiara ditutupi dengan kain bersih terlebih dahulu. Juga jangan disimpan di dekat cairan yang mudah menguap seperti alkohol, bensin dan cuka. Zat ekstrim ini dapat merusak permukaan mutiara. 

3. Pertahankan Kelembapan

Jangan menyimpan mutiara di tempat yang terlalu kering. Udara yang panas dan kering dapat merusak struktur nacre mutiara yang menyebabkan kemilaunya menjadi kusam. Mutiara jaraknya tidak dipakai di dekat peralatan listrik yang panas atau kompor dan jangan disimpan di ruangan ber-AC dalam jangka panjang.

Simpan mutiara di dalam kantong ziplock yang dapat membantu mempertahankan kelembapan di sekitar permukaan. Sesekali mutiara wajib untuk dikeluarkan dari ziplock untuk memberikan kesempatan bernafas.

“ Jangan membungkus mutiara dalam kertas tisu karena tisu bersifat higroskopis. Anda mungkin tidak sengaja membuang tisu tersebut tanpa menyadari bahwa mutiara ada didalamnya,” tegas Nunik.

4. Ronce Ulang 

Benang alami akan 'stretched' dan usang walaupun Anda tidak memakainya. Yang terbaik adalah meronce ulang kalung mutiara dengan menggunakan benang khusus setidaknya setiap 2 hingga 4 tahun.

Baca Juga : Jangan Keliru! Kenali Mutiara Laut Asli Indonesia Berikut

5. Pergi Ke Toko Spesialis

Jika secara tidak sengaja mutiara terpapar oleh zat asam, bawalah ke toko spesialis agar dapat dilakukan pemulihan dengan segera.

Reporter: Hafid Arsyid

Redaktur: Landy Primasiwi



RELATED NEWS

KULINER

My Trip Story

Oleh:
Anggi Agustiani
Reporter