SMSI Menangkal Hoax dengan Jurnalisme Ramah Pariwisata

SMSI Menangkal Hoax dengan Jurnalisme Ramah Pariwisata - GenPI.co
Ketua Umum SMSI Auri Jaya di Seminar Nasional Literasi Media Digital "Mahasiswa Anti Hoax" di Kampus UI Depok. (foto : Yasserina Rawie)

Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) semakin aktif berperan dalam melawan hoax. Salah satunya diwujudkan lewat partisipasi dalam studi literasi dalam Seminar nasional Literasi Media Digital Mahasiswa Anti Hoax di Auditorium Vokasi, Universitas Indonesia, Depok, Rabu (5/12/2018). 

Ketua Umum SMSI Auri Jaya, mengatakan tingginya akses pada media digital menjadi pemicu maraknya penyebaran hoax. “Perlu dipertegas regulasi yang mengatur bagaimana aturan menggunakan media sosial dan penyebaran berita-berita yang tidak benar. Ditambah lagi saat ini akses menuju media digital menjadi pendorong maraknya penyebaran hoax. Hal inilah yang perlu menjadi perhatian pemerintah," kata Auri

Auri memaparkan peran SMSI dalam menangkal hoax yakni dengan menyelenggarakan diskusi tentang jurnalisme yang ramah pariwisata, memfasilitasi verifikasi berita online (dalam anggota SMSI), merancang buku jurnalisme damai dan ramah pariwisata, aktif menggelar pelatihan jurnalisme digital, dan memfasilitasi uji kompetensi karyawan.

Berita hoax banyak beredar disejumlah media online yang memiliki dampak yang sangat buruk bagi masyarakat. Tentu hal ini perlu mendapatkan perhatian serius dari semua pihak. Maka dari itu, Auri Jaya selaku ketua SMSI memiliki sejumlah rekomendasi, yaitu membentuk regulasi yang ketat dan memberi efek jera bagi penyebar hoax serta regulasi yang mengatur penyelenggara platform media online dan media sosial untuk ikut bertanggung jawab dengan konten yang diberikan.

Dalam seminar moderator Dosen Komunikasi UI Reska Herlambang, dan pembicara lainnya Ketua Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Yuliandre Darwis dan Ketua Umum SMSI Auri Jaya, Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho, Sinshe Lim Suriady, dan PR dan Digital Branding Expert Romano