DEAR DIARY

Ketika Cinta Beda Agama Harus Aku Hadapi…

Ilustrasi (foto: delicious.life)
Ilustrasi (foto: delicious.life)

GenPI.co - Aku bersyukur pernah mencintainya, tetapi aku tidak bisa memilikinya. Tembok antara kami begitu tinggi, sulit sekali kami capai. 

Laki-laki itu bernama Gabriel dan aku Aisyah. Mungkin orang sudah tahu dari penyebutan nama. Ya, aku dan Gabriel memang terlibat cinta yang berbeda agama. 

Aku dan Gabriel adalah teman sekolah saat di SMA, dan masuk bareng di satu universitas yang ada di Jakarta. 

Hari-hariku selalu bersama Gabriel, bahkan saat ospek pun ia selalu menemaniku untuk membeli peralatan yang disuruh oleh kakak senior, saat masuk perkuliahan.

BACA JUGA: Hujan Terakhirku Bersama Rona…

ADVERTISEMENT

Gabriel memang orang yang baik, dia rajin ke gereja. Bahkan dia tidak seperti anak zaman sekarang yang hobi keluar malam. Saat itu malam selesai masa orientasi kami, aku ingin pulang ke kos. Gabriel selalu mengantar aku pulang. 

Malam itu, hujan rintik-rintik. Kami pun melipir untuk mencari tempat berteduh. Aku dan Gabriel memang naik motor, sehingga kami berdua harus segera berteduh. 

Malam itu dingin sekali, bibirku terasa pucat. Gabriel yang saat itu panik setengah mati melihatku kedinginan, dengan spontan ia memelukku untuk menghangatkan tubuhku.


Reporter : Annissa Nur Jannah

Redaktur : Linda Teti Cordina

loading...

BERITA LAINNYA

Berita Tentang Mitos Fakta Terbaru dan Terkini Hari ini


PARENTING