Beda dengan Pulang Kampung, Yuk Pahami Hakikat Mudik!

Ilustrasi mudik. Foto: Pixabay
Ilustrasi mudik. Foto: Pixabay

GenPI.co - Tradisi mudik selalu menjadi momen yang menyenangkan untuk menyambut Lebaran. Terutama bagi para muslim perantuan yang mengadu nasib di kota-kota besar. Namun, sayangnya mudik tahun ini ditiadakan karena pandemi covid-19.

Seperti halnya pernyataan Presiden RI Joko Widodo beberapa waktu lalu, tradisi mudik memiliki pengertian berbeda dengan pulang kampung. Jika pulang kampung identik dengan pekerja yang terpaksa kembali ke rumah karena PHK, tetapi mudik memiliki definisi lain.

BACA JUGA: Sambut Lebaran dengan Kulit Glowing, Cobain Smoothies Lidah Buaya

Tradisi mudik pada hakikatnya merupakan wujud cinta kampung halaman bagi para perantau yang telah lama meninggalkan kampung halamannya. Banyak diantara mereka telah meraih sukses di tempat rantau. Ada yang menjadi pengusaha, pejabat hingga staf perusahaan swasta.

Fenomena mudik lebaran di Indonesia memang unik dan jarang ditemukan di negara lain. Sekitar satu minggu sebelum lebaran, para perantau secara masal meninggalkan ibukota dan kembali ke tempat asalnya hingga momentum lebaran berakhir

ADVERTISEMENT

 Lantas bagaimana awal mula tradisi mudik lebaran di Indonesia? Dilansir dari berbagai sumber, menurut pemaknaan bahasa Jawa ngoko, mudik merupakan cekaan dari ‘Mulih dilik’ yang berarti pulang sebentar saja.

Namun kini, pengertian mudik dikaitkan dengan kata ‘udik’ yang artinya kampung, desa atau lokasi yang menunjukan antonim dari kota. Lantas pengertian ini ditambah menjadi ‘Mulih Udik’ yang artinya kembali ke kampung atau desa saat lebaran.

Awalnya tradisi mudik merupakan tradisi primordial masyarakat petani Jawa yang sudah berjalan sejak sebelum zaman Kerajaan Majapahit.


Reporter : Hafid Arsyid

Redaktur : Irwina Istiqomah

loading...

BERITA LAINNYA

Berita Tentang Special Needs Terbaru dan Terkini Hari ini


PARENTING