Stories: Share your traveling moment!

Ini Alasan 5 Gunung Ditutup Dari Aktivitas Pendakian...

ilustrasi : naik gunung
ilustrasi : naik gunung

Balai Taman Nasional selaku pengelola jalur pendakian di Indonesia mengeluarkan edaran tentang penutupan sejumlah jalur pendakian di beberapa gunung. Hal ini dilakukan mengingat kondisi cuaca ekstrem dan pemulihan ekosistem gunung dengan tenggat waktu yang berbeda.

"Wisatawan atau pendaki diharapkan untuk mematuhi peratuan tersebut," jelas Guntur Sakti, Kepala Biro Komunikasi Publik Kemenpar di Jakarta, seperti dikutip Antara, Jumat, (11/1).

Guntur Sakti menyebut saat ini tercatat lima gunung ditutup untuk aktivitas pendakian. Jalur pendakian Gunung Merbabu, Jawa Tengah, ditutup sejak 30 Desember 2018 hingga waktu yang belum ditentukan. Jalur pendakian Gunung Gede Pangrango di Jawa Barat ditutup selama tiga bulan, mulai 1 Januari 2019 sampai 31 maret 2019.

Selain itu, jalur pendakian Gunung Rinjani di Lombok, Nusa Tenggara Barat, ditutup mulai Selasa, 1 Januari 2019 hingga pemberitahuan selanjutnya. Jalur pendakian Gunung Prau akan ditutup selama tiga bulan, mulai dari 6 Januari hingga 5 April 2019. Sementara itu, Gunung Semeru di Jawa Timur ditutup secara total mulai 3 Januari 2019 hingga batas waktu yang belum ditentukan.

“Curah hujan yang tinggi membuat suhu di permukaan yang lebih tinggi tentu lebih dingin, termasuk di atas gunung dan jalur pendakian, sehingga hipotermia menjadi salah satu hal yang bisa dialami pendaki,” lanjutnya.

Baca Juga : Pendakian Gunung Prau Ditutup 3 Bulan Untuk Reboisasi

Berdasarkan laporan yang diterima Tim TCC (Tourism Crisis Center) Kemenpar, beberapa wisatawan minat khusus mengalami hipotermia di beberapa gunung yang menjadi favorit wisatawan mendaki, seperti Gunung Semeru dan Gunung Slamet. Selain hipotermia, jalur pendakian yang licin juga bisa menjadi salah satu tantangan saat mendaki di cuaca ekstrem.

Lebih lanjut Guntur menghimbau agar para wisatawan pendaki nantinya dapat memperhatikan secara penuh arahan pengelola. Selain itu, juga melakukan persiapan yang baik dan matang atas segala kebutuhan yang diperlukan untuk mendaki, mulai dari logistik, peralatan dan perlengkapan mendaki. Perhatikan juga karakter jalur dan trek jalur pendakian yang akan didaki.

Reporter: Hafid Arsyid

Redaktur: Landy Primasiwi



RELATED NEWS