Stories: Share your traveling moment!

Gong Perdamaian dan Monumen Nosarara Nosabatutu

Salah satu sudut anjungan swafoto yang tersedia di Monuman Gong Perdamaian. (Foto: RA Azhar)
Salah satu sudut anjungan swafoto yang tersedia di Monuman Gong Perdamaian. (Foto: RA Azhar)

Wisatawan yang berkunjung di Kota Palu, Sulawesi Tengah, wajib hukumnya mampir di lokai wisata Gong Perdamaian dan Monumen Nosarara Nosabatutu yang berada di ketinggian kelurahan Tondo.

Sebelum sampai di lokasi, perjalanan mendaki bukit penuh pesona tak sampai 15 menit dengan mobil atau motor, pengunjung dimanjakan oleh bentang alam Kota Palu dengan teluknya yang memukau. Bukit-bukit memesona yang ditumbuhi semak disapu angin laut yang kaya kelembaban.

Siapapun akan merasakan kenyamanan yang teramat sangat, kenyamanan hidup di alam tropis yang didambakan banyak orang. Monumen Gong Perdamaian ini dibangun karena di daerah ini pernah terjadi konflik yang berkepanjangan, konflik yang merugikan semua pihak. Untuk menghentikan konflik ini dibuatlah monumen keren yang instagramable.

Baca juga: Ternyata Sungai dan Teluk Palu Banyak Buaya

Sebuah gong dengan diameter besar menjadi inti wisata ini, di sekitarnya didukung fasiltas wisata yang tidak kalah keren. Penataan kawasan sangat pas, memudahkan pengunjung untuk mencari posisi yang baik dan nyaman sambil menikmati keindahan panorama alam yang indah.

Konsep wisata edukasi memang menjadi suguhan tempat ini, wisatawan yang datang akan diajak merenungi hidup untuk menegaskan kembali tugas manusia di bumi ini. Pengunjung diingatkan untuk selalu berbuat baik, toleran dan hidup damai dalam keberagaman.

“Energi positif akan ditemia saat berkunjung di monuman ini,” ujar Syahril Karim, wisatawan lokal yang ditemui di lokasi, Sabtu (12/1/2019).

Tidak jauh dari Gong Perdamaain terdapat tugu yang menjulang tinggi, inilah wujud Tugu Perdamaian Nosarara Nosabatutu yang terkenal itu. Tugu ini menyimbolkan semangat persaudaraan dan persatuan dari seluruh anak bangsa seluruh Nusantara.

Patung Obor berada di puncak, yang menyemangati kehidupan keberagamaan. Di atap terdapat simbol tempat ibadah umat. Berlama-lama di lokasi ini tidak membuat bosan, apalagi sajian kuliner dari pengelola akan menanjakan lidah di saat perut sudah mulai minta perhatian. Santap siang bersama keluarga atau kolega memberi nilai arti kebersamaan.

Tidak jauh dari monumen ini terdapat jalan yang menghubungkan dengan restoran yang mewah, karena dari resto ini dapat dinikmati beragam kuliner sambil memandang bentang alam Kota Palu yang menawan, juga teluknya yang membiru.

“Di lokasi ini banyak sekali tempat swafoto yang instagramble, ini sangat menarik dan memanjakan pengunjung” ujar Syahril Karim.

Sepanjang mata memandang, Pegunungan Gawalise membentang seakan menjaga Kota Palu. Kedamaian  dapat direguk di lokasi wisata ini, lebih lengkap bersama keluarga dan kolega.

Redaktur: Cahaya



RELATED NEWS