Masjid Baiturrahim Gorontalo Mempercantik Wajah Kota Goronta

Masjid Baiturrahim Kota Gorontalo yang indah, lokasinya tepat di jantung kota. (Foto RA Azhar)
Masjid Baiturrahim Kota Gorontalo yang indah, lokasinya tepat di jantung kota. (Foto RA Azhar)

Berada tepat di jantung Kota Gorontalo, Masjid Baiturrahim menjadi satu-satunya bangunan yang paling banyak dilihat orang.

Masjid ini memiliki arsitektur yang menawan dengan sebuah menara yang menjulang tinggi disudut halaman tepat di samping perempatan jalan. Secara arsitektur, menara ini menjadi satu kesatuan dengan bangunan induk.

Dari menara ini sepajang hari pada waktu masuk shalat wajib terdengar suara adzan yang merdu, panggilan untuk shalat. Suara ini selalu dinanti semua orang yang tengah sibuk berada di pertokoan atau di pusat keramaian. Mereka pun datang berbondong-bondong menuju bangunan megah ini.

Di serambi depan, sebuah beduk besar tergantung pada kayu. Beduk ini salah satu bagian yang banyak difoto orang, termasuk tempat swafoto.

“Banyak wisatawan yang berkunjung di sini, mereka menunaikan shalat sunat, kalau sudah masuk shalat fardhu mereka menyambungnya,” kata Bambang, warga Kelurahan Limba yang biasa di masjid ini, Sabtu (12/1/2019).

Meskipun memiliki arsitektur modern, namun konsep tradisionalnya masih dipakai, atap susun 3 adalah salah ciri khas masjid Gorontalo.

Masjid agung ini sejatinya adalah masjid tua, dalam informasi yang disajikan wikipedia, Masjid Agung Baiturrahim  didirikan pada tahun 1728 oleh pemimpin Kerajaan Hulontalo (Gorontalo), Sultan Botutihe.

Pembangunan masjid ini berbarengan  dengan pembangunan ibu kota kerajaan baru yang lebih mendekati pertemuan muara 2 sungai, Bone dan Bolango. Kabarnya salah satu alasan pemindahan ibu kota lama di Tuladenggi-Dungingi akibat sering terkena banjir, luapan Danau Limboto.

Bangunan masjid ini mengalami perubahan beberapa kali akibat kebutuhan ruang karena banyaknya jamaah dan juga akibat gempa besar yang meluluhlantakkan pada tahun1938. Pemugaran terakhir dilakukan oleh Presiden BJ Habibie pada tahun 1999.

Sebagai ikon Kota Gorontalo, masjid ini memang menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang tertarik dengan kesejarahan dan religi.

“Di belakang masjdi terdapat makam-makam raja Gorontalo dan imam masjid,” ujar Bambang.

Baca Juga : Masjid Tuban Malang ini Dibangun oleh Jin?

Makam tua ini sebagian kondisinya tidak terawat, nisan tua bergaya menhir masih dijumpai, juga pembatas makam yang berbentuk futuristik meskipun dibangun pada era awal masuknya Islam di Gorontalo.

“Kemarin ada rombongan penyelam yang singgah shalat di sini sebelum meneruskan perjalanan ke taman laut Olele,” kata Bambang.

Masjid Baiturrahim dengan arsitektur khasnya telah menghiasi wajah Kota Gorontalo, bahkan sejak kota ini baru dibuat beberapa abad lalu. Kehadirannya menambah indah sudut kota, apalagi jika senja tiba, temaram lampunya memberi keindahan tersendiri.


Redaktur: Landy Primasiwi

RELATED NEWS

My Trip Story

Oleh:
Mia Kamila
Reporter
Mia Kamila

KULINER