Stories: Share your traveling moment!

Uji Adrenaline di Gunung Sepikul Trenggalek

Panjat batu di Gunung Sepikul, Trenggalek, Jawa Timur. (Foto: Rachmattulah)
Panjat batu di Gunung Sepikul, Trenggalek, Jawa Timur. (Foto: Rachmattulah)

Jawa timur kini menawarkan berbagai destinasi wisata yang semakin berkembang setiap waktunya. Berbagai destinasi mulai dari wisata keluarga, kekinian hingga wisata air pun dapat dengan mudah kalian pilih sebagai jujugan liburan kalian.

Tak hanya sampai disitu, berbagai destinasi wisata yang mampu memacu adrenaline kalian pun mulai bermunculan. Tak terkecuali di Kabupaten Trenggalek Jawa Timur ini. Tepatnya di Gunung Sepikul, Desa Watuagung, Watulimo, Trenggalek, kini telah hadir wahana wisata yang dijamin bakalan memacu adrenalin dan keberanian kalian. 

Sepikul Via Ferrata (Sparta) merupakan salah satu destinasi wisata yang menawarkan wisata minat khusus bagi para penggila petualangan sejati. Pengunjung akan diajak memanjat gunung batu sepikul dengan menggunakan jalur Via Ferrata. Teknik Via ferrata merupakan jalur pendakian yang memanfatkan kabel/kawat baja yang membentang di sepanjang rute menempel permanen pada permukaan batu. Via ferrata berasal dari bahasa itali yang berarti jalan besi.

 Via ferrata merupakan teknik yang tergolong baru diterapkan di Indonesia. Tercatat di seluruh Indonesia masih hanya ada 2 lokasi wisata yang menawarkan jalur ini yaitu Gunung Parang di Jawa Barat serta Gunung Sepikul di Trenggalek, Jawa Timur.

Jalur pendakian gunung sepikul via ferrata ini berada di sisi tebing dengan kemiringan hampir tegak 90 derajat. Terdapat 2 rute pendakian yang ditawarkan oleh pengelola yaitu rute Apache dan rute Spartan. Pembeda dari kedua rute ini adalah tingkat panjang dan ketinggian jalur. Untuk rute Apache, ketinggian tebing mencapai 125 meter dan Sementara untuk rute Spartan mempunyai ketinggian tebing 225 meter.

Mengutip penjelasan dari salah satu Guide dari Sparta ini, Rudi Agus. "Sparta ini adalah wisata olahraga panjat tebing pertama di wilayah Indonesia Timur yang sudah dimodifikasi dengan adanya tanjakan. Sehingga, para penikmat wisata ini bisa melakukan olahraga sekaligus mendapatkan petualangan seperti keindahan alam di sekitar lokasi," ujar Rudi.

Destinasi wisata yang sudah diresmikan sejak November 2017 ini ditawarkan kepada pengunjung dengan harga mulai dari Rp. 125.000 – Rp. 225.000 /orang tergantung jalur mana yang mereka pilih. Biaya tersebut juga sudah termasuk fasilitas seperti makan, minum, peralatan panjat tebing, tim guide dan sudah termasuk asuransi.

Jalur dari sparta ini memanfatkan Baja yang ditanam di sisi tebing. Penanaman baja ini dijamin mampu menahan beban hingga ratusan kilogram sehingga aman untuk dilalui pengunjung.

Untuk mencoba wisata extream ini, pengunjung diharuskan membooking terlebih dahulu melalui kontak person yang terdapat di sosial media mereka @sepikulviaferrata maupun datang langsung di Front office nya yang terdapat di Ruko Plaza Barata Jaya Surabaya. Disarankan bagi yang ingin mencoba wisata khusus ini adalah mereka yang tidak takut akan ketinggian.

“Durasi untuk memanjat tebing ketinggian 125 meter menghabiskan waktu sekitar 1-1,5 jam. Sementara tebing dengan ketinggian 225 meter menghabiskan waktu 2,5-3 jam," Terang Rudi


Redaktur: Cahaya



RELATED NEWS