Stories: Share your traveling moment!

Kemenpar Bidik Pasar Tiongkok dari Perayaan Imlek

JAKARTA – Pariwisata Indonesia bersiap unjuk gigi kembali di Tiongkok. Wonderful Indonesia  akan menggunakan momentum Perayaan Imlek Dunia 2019, Sabtu (5/2). Beragam kekayaan budaya nusantara ditampilkan lewat event ‘The Rythm of Spring Festival 2019’.

Negeri Tirai Bambu kembali digali melalui kekuatan ‘Uniqueness Selling Point’. Treatment tersebut selama ini sukses menarik wisman untuk datang ke Indonesia.

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran II Kemenpar Nia Niscaya mengungkapkan, Perayaan Imlek Dunia di Tiongkok menjadi momentum ideal.

“Perayaan Imlek Dunia di Tiongkok momentum terbaik. Kami bisa melakukan branding secara optimal. Apalagi, Tiongkok menjadi pasar utama bagi pariwisata Indonesia,” ungkap Nia, Senin (14/1).

The Rythm of Spring Festival 2019 akan diikuti oleh 13 negara. Ada 10 negara ASEAN. Negara lainnya adalah Australia, New Zealand, plus tuan rumah Tiongkok. 

Nia menambahkan, The Rythm of Spring Festival menjadi event besar.

“Ambil bagian dalam The Rythm of Spring Festival tentu sangat bagus. Ini adalah event besar dengan melibatkan banyak negara sebagai peserta. Semua peserta di event ini sangat penting. Kontribusinya besar bagi pariwisata Indonesia. Jadi, event ini akan dimanfaatkan untuk menarik kunjungan wisatawan sebanyak mungkin,” lanjut Nia lagi.

Perayaan Imlek Dunia 2019 merupakan yang ke-12. Bagi Indonesia, The Rythm of Spring Festival 2019 akan menjadi penampilan yang ke-3. Pada perayaan tahun ini, Indonesia menurunkan tim  berkekuatan 30 orang. Delegasi Indonesia akan dipimpin Asdep Pengembang Pemasaran II Regional I untuk Kawasan The Greater China Muhammad Yunus bersama Erwita Dianti dan Entin Hartini.

“Potensi budaya terbaik Indonesia akan ditampilkan dalam The Rythm of Spring Festival. Kami juga melibatkan para mahasiswa Indonesia dan Diaspora yang ada di Tiongkok,” tegas Nia.

Untuk memikat pasar mancanegara, khususnya Tiongkok, Indonesia akan menampilkan Tari Saman. Tarian asal Aceh ini akan dibawakan oleh mahasiswa Indonesia di Xiamen, bersama tim Diaspora Indonesia di Yingde - Guangzhou, yang dipimpin Huan Huilan. 

“Pada Perayaan Imlek Dunia 2019 ini ada banyak latar belakang yang terlibat. Hal ini tentu jadi warna tersendiri dan menjadi sinergi yang sangat positif,” jelas Nia lagi.

Selain Tari Saman, Indonesia akan menampilkan Penyanyi Mandarin Kevin Chensin. Rencananya Kevin akan membawakan lagu ‘Kita Indonesia’. Lagu ini sangat unik karena berisi kompilasi bahasa daerah. Sebagai Master of Ceremony  (MC) ditunjuk Anthony, Presenter Mandarin DAAI TV. Nantinya Anthony akan bergabung dengan MC dari 13 negara lainnya.

Menguatkan gema branding, El John TV dilibatkan. Profilnya bagus karena El John adalah TV Streaming dengan fokus pariwisata, perdagangan, dan investasi. Nantinya aktivitas peliputan event dilakukan oleh General Manager El John TV Cindy Guinata. 

Asisten Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran II Regional I Vinsensius Jemadu mengatakan, branding akan dilakukan secara masif.

“The Rythm of Spring Festival ini salah satu moment penting untuk mendatangkan wisman. Pesertanya banyak. Secara geografis dan psikologis dekat dengan Indonesia. Pasar wisatawan di sana sangat besar dan selama ini rutin datang ke Indonesia,” kata Vinsensius.

Film dokumentar pun akan disajikan. Tema besarnya ‘Exploting Wonderful Capgomeh in Singkawang’. Film ini menggunakan background Kota Singkawang dan quote Walikota Singkawang Tjai Chui Mi. Produksi film dokumenter ini dikerjakan 13-16 Januari 2019. Untuk mengisi Wall of Fame, Indonesia menampilkan konsep ‘Exposing Enchanting Borobudur’.

“Kami optimistis bisa menarik kunjungan wisman besar dari event ini. Arus kunjungan wisman dari negara tersebut akan maksimal di tahun 2019 ini. Apalagi, saat ini momentumnya masih di awal tahun. Kami tentu akan terbantu dengan beragam fasilitas yang dimiliki The Rythm of Spring Festival,” ujar  Vinsensius lagi.

Selain off air, branding Indonesia akan dilakukan melalui televisi. Nan Ning TV nantiya akan menayangkan content dokumenter ‘Exploting Wonderful Capgomeh in Singkawang’. Asa Indonesia memang tinggi, apalagi rapor kunjungan wisman dari peserta Rythm of Spring Festival positif tahun lalu. Dari rentang Januari-September 2018, kawasan ASEAN menyumbang sekitar 4 Juta wisman atau naik 22,6%.

Wisatawan Tiongkok yang datang ke Indonesia sekitar 1,7 Juta di rentang Januari-September 2019. Pun demikian dengan anemo tinggi Australia. Pada rentang yang sama, Negeri Kanguru memberikan 972.634 paspor. Jumlah ini tumbuh 0,1% dari periode sama 2017. Bagaimana New Zealand? Pertumbuhannya mencapai 16,5% dengan arus masuk 98.225 wisatawan dalam periode Januari-September 2018.

“Rythm of Spring Festival ini perayaan besar. Berada di Tiongkok, potensi besar ini harus dioptimalkan. Kami bisa berinteraksi langsung dengan publik Tiongkok, selain industri pariwisata dari negara peserta lain. Dengan branding kuat seperti Rythm of Spring Festival, proses selling akan sukses,” tutup Menteri Pariwisata Arief Yahya. (*)

Redaktur: Cholis Faizi Sobari



RELATED NEWS