Stories: Share your traveling moment!

Sentra Gerabah Siap Sambut Wisatawan di Festival Bau Nyale

Gubernur NTB Zulkiflimansyah menghadiri Relaunching Festival Bau Nyale di Penujak Pottery Village, Desa Penujak, Lombok Tengah, NTB. (Foto: Muslifa)
Gubernur NTB Zulkiflimansyah menghadiri Relaunching Festival Bau Nyale di Penujak Pottery Village, Desa Penujak, Lombok Tengah, NTB. (Foto: Muslifa)

Festival Pesona Bau Nyale, event CoE pertama NTB yang masuk di Top 100 Wonderful Event siap digelar. Berbagai atraksi dan ragam acara telah siap meramaikan, mulai dari tanggal 17 sampai 25 Februari nanti. Keramaian yang juga didukung segenap stakeholder kepariwisataan NTB. 

Salah satunya, desa Penujak, di Lombok Tengah (Loteng). Pernah eksis sebagai satu desa sentra gerabah, desa Penujak melaksanakan re-launching pada Sabtu, 9 Februari lalu. Penujak Pottery Village, seremonial re-launching dihadiri Dirjen Ekonomi Kreatif Dra Poppy Savitri, Direktur Kementerian Industri RI Iman Haryono, Gubernur NTB Dr Zulkiflimansyah, eksekutif Pemkab Loteng, Kadispar Provinsi NTB.

“Saya berharap, relaunching Penujak Pottery Village mampu mengembalikan semangat perajin gerabah desa Penujak yang sebenarnya. Di kelahiran baru ini, saya percaya produk gerabah desa Penujak bisa bersaing dengan produk sejenis, baik di dalam maupun luar negeri,” ujar Poppy Savitri di sambutannya.

Baca juga: Festival Bau Nyale 2019 Jadi Kunci Kebangkitan Pariwisata NTB

Himbauan dan pesan positif yang senada dengan sambutan Zulkiflimanysah, Gubernur NTB. “Produk gerabah desa Penujak harus memiliki arah yang jelas. Misal, jika ingin sebagai spot foto, buatlah gerabah yang cantik dan unik. Untuk yang dijual, bisa menyesuaikan dengan kebutuhan pasar. Kita siap membantu menawarkan ke para anggota dewan, maupun masyarakat kelas atas di NTB,” tegas Gubernur NTB.

Terpisah, L Suharto, Kepala Desa Penujak juga memiliki harapan positif yang sama. Kerajinan gerabah merupakan tradisi turun temurun warga desa Penujak. Tradisi yang digambarkan di tarian sambutan, yaitu Tarian Gerabah dari Sanggar Tari Rahayu di desa Penujak sendiri.

 Tak hanya penari saja, namun deretan Teruna (pemuda) dan Dedare (gadis) desa Penujak, sama-sama mengenakan Dodot dan Lambung. Dua istilah khas busana adat suku Sasak Lombok. Dodot dikenakan lelaki dan Lambung dikenakan para gadis Lombok. 

Tentu juga berbagai gerabah khas desa Penujak dipamerkan selama acara. Set kursi dan meja para tamu undangan VVIP bahkan menggunakan gerabah desa Penujak. Kesiapan desa Penujak kembali hadirkan produk-produk gerabah di kualitas terbaik, semakin menambah warna destinasi wisata Lombok. 

Lokasi yang berjarak kurang dari satu jam berkendara dari kawasan Bandara Internasional Lombok (BIL), memungkinkan spot ini dimasukkan di paket wisata setengah hari. Atau, tentu juga menjadi pelengkap untuk kamu yang memilih Open Trip Bau Nyale. Event special dan unik dapet, oleh-oleh khas gerabah Lombok dan kenangan praktek membuat gerabah sendiri pun jadi momen berlibur terbaikmu.

Dong ayok kita ke event Bau Nyale Lombok.


Redaktur: Cahaya



RELATED NEWS

KULINER

My Trip Story

Oleh:
Mia Kamila
Reporter