Tulisan Arab Melayu Identitas Budaya Melayu di Kota Tanjungpinang

 Inne Kusumawardhani, Duta Baca Provinsi Kepulauan Riau. (Foto: Milyawati)
Inne Kusumawardhani, Duta Baca Provinsi Kepulauan Riau. (Foto: Milyawati)

Dalam tulis menulis dan berbahasa, dulunya masyarakat yang ada di Kepulauan Riau khususnya menggunakan bahasa melayu dengan tulisan Arab Melayu. Bahasa Melayu dengan menggunakan abjad jawi yang penulisannya diadaptasi dari aksara Arab yang disesuaikan sesuai kaidah penulisan huruf Arab.

Arab Melayu merupakan salah satu identitas budaya melayu di Bumi Segantang Lada, Kota Tanjungpinang.  “Penulisan Arab Melayu hampir sama dengan tulisan arab, namun pembacaan serta penambahan huruf, ditulis tanpa menggunakan tanda baca disebut dengan arab gundul,” Kata Inne Kusumawardhani, Duta Baca Provinsi Kepulauan Riau, Selasa (12/2).

Dijelaskan lagi oleh Inne, Aksara Arab Melayu (Jawi) adalah campuran huruf-huruf Arab yang terdiri dari 29. Dengan lima huruf bukan huruf Arab, melainkan huruf yang diciptakan oleh orang Melayu sendiri. Penambahan ini untuk variasi menjawab keperluan fonem Melayu yang lebih banyak dibandingkan fonem Arab yang ada.

Baca juga: Modal Rp 100 Ribu, Pulau Pesisir Ini Jadi Pilihan Trip Tour di Tanjungpinang

”Dulu sebelum masyarakat melayu mengenal huruf rumi, yang kita kenal sekarang  adalah huruf abjad, mereka menggunakan huruf jawi dalam menulis surat dan menulis syair. Buku-buku zaman dulu pun tulisannya menggunakan tulisan arab melayu gundul. Bukan berarti mereka buta huruf,” tambahnya lagi.

Pada zaman Islam juga, bahasa Melayu mulai berkembang menjadi bahasa pengantar dalam bidang penulisan kesastraan, Ilmu teologi dan falsafah. Disebut juga dengan bahasa perhubungan. Sesudah zaman Islam bahasa Melayu mulai meningkat maju dan dijadikan bahasa resmi dalam kerajaan-kerajaan di dalam Melayu.

Salah satu bukti tulisan Arab Melayu digunakan pada Syair Gurindam 12 ciptaan Raja Ali Haji. Pada sebuah buku dan sekarang diarsipkan di Perpustakaan Nasional Republik Indonesia.

Jika di Tanjungpinang, tulisan arab gundul dapat dilihat di Penyengat dan juga Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Provinsi Kepri. Salah satunya yang ada di Perpusitakaan Provinsi adalah buku pelajaran Islam yang disusun oleh Raja Muhammad Yunus Ahmad, Guru Agama Madrasah Mu’alimin Penyengat pada tahun 1358 H dan Kitab Tafsir Al’ Quran Al Jalilin.

Sampai saat ini Tanjungpinang masih menjaga tulisan Arab Melayu tetap ada. Contohnya, setiap plang jalan disertakan tulisan Arab Melayu.

Redaktur: Cahaya

RELATED NEWS

My Trip Story

Oleh:
Annissa Nur Jannah
Reporter
Annissa Nur Jannah

KULINER