Keren, Ras Muhammad Kembali Ramaikan Festival Crossborder Keerom

Keren, Ras Muhammad Kembali Ramaikan Festival Crossborder Keerom

Ras Muhamad bakal kembali meramaikan panggung Festival Crossborder Keerom, 5-7 April mendatang. Tahun ini, kegiatan yang dipusatkan di Lapangan Swakarsa Kabupaten Keerom tersebut mengusung tema “Satu Tekad”. Selama tiga hari berlangsungnya acara, pengunjung juga bisa menyaksikan penampilan XD Band dan Mixmate. Sedangkan event kedua di Keerom dilaksanakan 21-23 Juni.

Asisten Deputi Bidang Pemasaran I Regional III Kementerian Pariwisata Ricky Fauziyani mengatakan, Ras Muhamad sengaja ditampilkan kembali karena genre musik reggae yang dibawakan sangat digemari masyarakat setempat. Menilik acara tahun lalu, para pendatang atau wisatawan lintas negara pun cukup terhibur dengan aksi panggung penyanyi yang memiliki nama lahir Muhamad Egar tersebut.

“Festival Crossborder Keerom adalah event yang digulirkan Kementerian Pariwisata. Sesuai dengan nama kegiatan, event ini dimaksudkan untuk menarik wisatawan di perbatasan. Sebagai figur musisi reggae terbaik Ras Muhamad selalu dinantikan masyarakat, baik lokal maupun pendatang,” ujarnya, Selasa (19/2).

Tak hanya panggung hiburan, Festival Crossborder Keerom juga diisi dengan berbagai kegiatan. Antara lain Keerom Mencari Bakat, Bazar, dan Kesenian Tradisional Papua. Meski berbalut pesta reggae, budaya masyarakat setempat tetap ditampilkan dengan porsi yang cukup. Keerom sendiri memiliki banyak tarian unik. Salah satunya Tari Cenderawasih dari Kampung Ampas, Distrik Waris. Pada stand bazar, pengunjung bisa melihat aneka produk kerajinan seperti tas dari bahan kulit kayu.

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kemenpar Rizky Handayani mengatakan, Keerom memiliki potensi besar di bidang pariwisata. Terlebih, posisi daerah ini sangat strategis karena berbatasan langsung dengan Papua Nugini. Dengan kata lain, Festival Crossborder Keerom akan mendorong arus kunjungan wisman yang secara otomatis juga akan berdampak positif pada potensi ekonomi. 

“Dengan wilayah seluas 9.365 kilometer persegi, Keerom terbagi dalam 11 distrik. Dimana, 5 distrik diantaranya berbatasan langsung dengan Papua Nugini. Yaitu Distrik Arso Timur, Towe, Senggi, Waris, dan Web. Selain Keerom, kabupaten lain yang bersinggungan langsung dengan Papua Nugini adalah Jayapura, Pegunungan Bintang, dan Merauke,” bebernya.

Rizky berharap, Festival Crossborder Keerom mampu menarik lebih banyak wisatawan, baik wisnus maupun wisman. Jika tahun lalu event ini mampu meraup 27.000 wisatawan, maka tahun ini target bisa 30.000 wisatawan.


“Keerom memang luar biasa. Antusias masyarakat sekitar sangat tinggi. Mereka sangat mengidolakan Ras Muhammad, sehingga sayang jika melewatkan penampilannya. Secara keseluruhan, Festival Crossborder Kerom sudah menunjukan kapasitas sebagai tambang wisman,” jelasnya.


Redaktur : Cholis Faizi Sobari

RELATED NEWS