Pesta Jenang di Hari Jadi Solo

Kirab Jenang dalam rangka memperingati Hari Jadi Kota SOlo, Minggu (17/2).
Kirab Jenang dalam rangka memperingati Hari Jadi Kota SOlo, Minggu (17/2).

Car free Day (CFD) Kota Solo , Minggu (17/2) terlihat berbeda.  Pasalnya, momen itu bertepatan dengan Hari Jadi kota Solo yang ke 274 Tahun. Pengunjung CFD Jl. Slamet Riyadi Kota Solo Bisa menikmati kuliner berupa Jenang Sala yang di bagikan secara cuma-cuma.

Hasta Gunawan, Kepala Dinas Pariwisata Kota Surakarta mengatakan, ada  17 jenis Jenang yang disajikan di kedai-kedai kecil yang berjajar hingga ratusan meter di sepanjang Jalan Slamet Riyadi. "Mereka menyediakan jenang hingga lebih dari 28 ribu takir," kata Hasta.

Jenang merupakan salah satu masakan serupa bubur. Jenisnya bermacam-macam. Sedangkan takir adalah wadah dari daun pisang yang dibentuk seperti mangkuk. Jenang itu disediakan oleh berbagai komunitas. Ada dari kelurahan, kecamatan, organisasi, hingga perusahaan.

Pesta Jenang di Hari Jadi Solo

Hasta menjelaskan, kegiatan itu digelar untuk menyambut hari jadi Kota Surakarta, yang lebih dikenal sebagai Kota Solo, yang jatuh setiap 17 Februari. 

“Hari jadi Kota Solo digelar untuk memperingati perpindahan Keraton Kartasura menuju Keraton Solo yang terjadi pada 17 Februari 1745. Perpindahan keraton pada saat itu dilakukan melalui sebuah kirab. Ada banyak benda yang dibawa saat kirab, termasuk masakan dalam bentuk jenang," kata Hasta.

Beberapa jenis jenang yang disediakan di antaranya adalah jenang mutiara, jenang candil, jenang sungsum dan jenang katul. Ada pula jenang abang-putih, jenang procot, hingga jenang sepasaran.


Pesta Jenang di Hari Jadi Solo


loading...

BERITA LAINNYA

Berita Tentang Mitos Fakta Terbaru dan Terkini Hari ini


PARENTING