Tatung Bule ini jadi Magnet di Cap Go Meh Singkawang

Bule asa Autralia unjuk kebolehan dengan menjadi tatung.
Bule asa Autralia unjuk kebolehan dengan menjadi tatung.

Festival Cap Go Meh 2019 di Singkawang, Selasa (19/2), berlangsung istimewa. Sebab, Pawai Tatung yang menjadi bagian Festival Cap Go Meh, diikuti peserta mancanegara.  Di antara peserta karnaval, terlihat tiga wisatawan asal Australia. Salah seorang di antaranya menjadi tatung dengan piercing di area muka dan badannya.

Keberadaan tatung bule ini sudah tentu jadi magnet bagi pengunjung. Terlebih penampilannya tak kalah menyeramkan dibanding tatung-tatung asli Singkawang. Selain Piercing yang menghiasi, sebagian besar tubuh bule ini ditutupi tato. 

Atraksi tatung asal Australia hanya menjadi bagian kecil dari serunya acara. Meski demikian, tetap saja tatung bule itu mampu menarik perhatian ribuan pengunjung yang memadati jalan Pangeran Diponegoro, tempat acara berlangsung. Keseluruhan, tatung yang ambil bagian dalam event ini berjumlah 1.060 orang. Tatung-tatung ini terdiri dari pria, wanita, hingga anak-anak.

Baca juga: Begini Ekspresi Tatung Cilik Kerasukan Roh Leluhur

Para tatung memperlihatkan kemampuan mereka yang kebal terhadap senjata tajam. Mereka pun tidak merasa sakit meski bagian tubuhnya ditusuk benda tajam. 

ADVERTISEMENT

Dari event ini, Singkawang mampu memperlihatkan keberagaman budaya yang mereka miliki. Bahkan, tidak sedikit tatung keturunan Tionghoa yang tampil menggunakan pakaian khas Suku Dayak. Hal ini menegaskan status Singkawang sebagai Kota Paling Toleran di Indonesia. Terlebih, kali ini iuga hadir kebudayaan khas Jawa Timur, Reog Ponorogo.

Menteri Pariwisata Arief Yahya, mengaku ingin agar atraksi yang dimiliki Singkawang menjadi berkelas internasional.

“Saya hadir di Singkawang mewakili Presiden Joko Widodo. Atas instruksi beliau. Karena awalnya Presiden yang akan hadir. Festival Cap Go Meh di Singkawang sangat meriah. Kita berharap event akbar ini mampu mensejahterakan masyarakat. Selain itu, atraksi di Singkawang juga bisa menjadi tingkat dunia,” papar Menpar.


loading...

BERITA LAINNYA

Berita Tentang Baca Buku Terbaru dan Terkini Hari ini


PARENTING