Go Digital dan Homestay Jadi bahasan Pelatihan Kepariwisataan Guru Di Bengkulu

Go Digital dan Homestay Jadi bahasan Pelatihan Kepariwisataan Guru Di Bengkulu - GenPI.co
RUmah Pengasingan Bung Karno, salah satu destinasi wisata di Bengkulu. (Foto: TripAdvisor

Pelatihan Dasar SDM Kepariwisataan Guru di Hotel Grage, Bengkulu, Selasa (26/2) menyentuh isu go digital. Pengetahuan seputar homestay juga ikut dipertajam.

Sebanyak 175 guru se-Bengkulu ikut dalam pelatihan yang diadakan oleh Deputi Pengembangan SDM Pariwisata dan Hubungan Antar Lembaga Kemenpar itu. Mereka diajak melek digital, dekat dengan Facebook dan instagram.

“Kalangan milenial sekarang sudah fully-digital. Kalau kita tidak mengakomodasinya, maka jelas akan ketinggalan kereta,” ucap Asisten Deputi Pengembangan SDM Pariwisata dan Hubungan Antar Lembaga Kemenpar Wisnu Bawa Tarunajaya.

Faktanya, pencarian produk dan berbagi informasi di industri pariwisata sekitar 70 persen sudah menggunakan media digital. Demikian pula,  pula efektivitas media digital  bisa mencapai empat kali lipat dari media konvensional.

Terkait homestay, pengajar dari Universitas Trisakti, Amalia Mustika, mengatakan, basisnya adalah low-cost tourism (LCT). Harganya dibuat terjangkau. Caranya, menciptakan attraction, access, dan accomodation (3A) yang terjangkau dengan memanfaatkan kelebihan kapasitas (excess capacity) yang ada.

“Nah, untuk mewujudkan akomodasi yang murah dan mudah kita harus melakukan terobosan dengan membangun sebanyak mungkin homestay di desa-desa wisata di Bengkulu. Murah karena harga penyewaan homestay sangat terjangkau karena dikelola secara mandiri oleh masyarakat. Mudah karena wisatawan dari seluruh dunia bisa mengakses informasinya melalui internet,” ucapnya. 

Sementara itu, Anggota DPR RI Komisi X Dewi Coryati mencontohkan daerah Ende di Flores yang yang sedang mengembangkan konsep homestay. Letaknya jauh dan terpencil. Tapi, ada atraksi wisata yang luar biasa. 

“Pasti akan relatif sulit menarik investor untuk membangun hotel dengan 100 kamar. Namun tidak demikian halnya dengan homestay. Membangun homestay relatif lebih mudah dibandingkan membangun satu hotel 100 kamar,” ucap Dewi. 

Tonton video ini:

Berita Selanjutnya

GenPI.co Nusantara

Jatim Jogja Bali Banten