Hujan Abu Tipis Turun Seiring Aktivitas Vulkanik Gunung Merapi

Hujan Abu Tipis Turun Seiring Aktivitas Vulkanik Gunung Merapi - GenPI.co
Ilustrasi Gunung Merapi. (Foto: TripZilla)

Kawasan lereng Gunung Merapi di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta dilanda hujan abu tipis setelah terjadi tujuh kali lava dan awan panas Gunung Merapi pada Sabtu pagi.

"Berdasarkan laporan dari Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Sleman, akibat guguran tersebut mengakibatkan hujan abu tipis di kawasan lereng Merapi," kata Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Sleman, Makwan di Sleman, sebagaimana dilansir dari kantor Berita Antara, Sabtu (2/3)

Baca juga: Aktivitas Vulkanik Gunung Merapi Kembali Terlihat 

Hujan abu tersebut dirasakan masyarakat di Dusun Kalitengah Lor, Desa Glagaharjo, Kecamatan Cangkringan, kemudian di Kaliurang dan Turgo serta di Dusun Ngepring, Dusun Nganggring Kecamatan Pakem serta di Desa Tunggul Arum, Kecamatan Turi.

"Sampai saat ini kondisi masih kondusif, dan semoga tetap aman terkendali, ayem tentrem (mandaliem)," katanya.

Sementara itu, hujan abu tipis tidak mengganggu warga Kabupaten Klaten wilayah atas. Mereka tetap tetap beraktivitas sebagaimana biasa

"Masyarakat tetap kondusif, abunya hanya tipis jadi tidak sampai mengganggu," kata Relawan Merapi sekaligus Petugas Pusat Pengendali Data dan Operasi BPBD Kabupaten Klaten, Jatmiko di Klaten.

Ia menambahkan hujan abu terjadi di kawasan Balerante Utara dan Sidorejo Utara, Kecamatan Kemalang sekitar pukul 06.05 WIB. Selanjutnya, di daerah Talun, Kendalsari, dan Panggang terjadi sekitar pukul 06.30-07.00 WIB.

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Klaten, Nur Tjahtjono Suharto mengimbau masyarakat untuk tetap kondusif mengingat status masih pada level waspada.

"Hujan abu tipis sudah terjadi beberapa kali, selain itu jarak luncur awan panas juga masih sekitar 1 km ke bawah," ujarnya.

Sementara itu, berdasarkan data dari BPPTKG Yogyakarta, awan panas guguran dan guguran lava berpotensi menimbulkan hujan abu sehingga warga Merapi diharapkan tetap tenang dan beraktivitas seperti biasa.

Mengenai rincian kegempaan, awan panas guguran sebanyak 7 kali dengan amplitudo 52-69 mm dan durasi 56-190 detik. Sedangkan gempa guguran terjadi 21 kali, gempa hembusan 14 kali, dan gempa vulkanik dangkal 1 kali.

Berita Selanjutnya

GenPI.co Nusantara

Jatim Jogja Bali Banten