Arung Jeram Rakit Sungai Bone Berhasil Memikat Wisatawan

Gelaran arung rakit dengan menelusuri dan mengarungi sungai Bone dengan jarak tempuh kurang lebih 20 kilometer di Desa Molintogupo Kecamatan Suwawa Selatan, Kabupaten Bone Bolango. (Dokumentasi Humas Kabupaten Bone Bolango)
Gelaran arung rakit dengan menelusuri dan mengarungi sungai Bone dengan jarak tempuh kurang lebih 20 kilometer di Desa Molintogupo Kecamatan Suwawa Selatan, Kabupaten Bone Bolango. (Dokumentasi Humas Kabupaten Bone Bolango)

GenPI.co — Saling beradu kecepatan mengarungi sungai, itulah yang dilakukan oleh para kemudi 30 rakit bambu dalam pertunjukkan arum jeram,  Arung Rakit Sungai Bone di Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo. Arung rakit Sungai Bone tersebut bertujuan untuk mempromosikan kegiatan wisata khas yang dilakukan oleh kelompok masyarakat sejak dahulu kala sebagai legenda wisata alam cemerlang Bone Bolango. Tak disangka, pertunjukan ini pun berhasil memikat wisatawan untuk hadir. Terjadi peningkatan warga yang datang, untuk sekedar melihat pertunjukan arung jeram ini.

Kegiatan diikuti peserta perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dengan 32 buah rakit tradisional. Mengambil start di bantaran sungai Bone di Desa Molintogupo, Kecamatan Suwawa Selatan, dengan titik akhir di bantaran Sungai Bone di Kelurahan Pouwo, Kecamatan Kabila.

Untuk mengarungi Sungai Bone, jarak tempuhnya kurang lebih 20 kilometer dalam waktu 2 jam 20 menit. Bupati Bone Bolango, Hamim Pou mengungkapkan, dengan kegiatan ini diharapakan warga menjaga sungai dengan baik.

"Sungai tidak boleh dijadikan daerah belakang, harus diubah menjadi teras, menjadi halaman depan dari kehidupan kita. Sungai juga jangan jadi tempat pembuangan sampah. Tidak boleh ada yang buang sampah di sungai, karena sungai ini juga merupakan sumber air minum," kata Hamim.

Sementara itu, tokoh nasional Rachmat Gobel yang juga ikut serta dalam ajang tersebut mengatakan arung rakit Sungai Bone suatu kegiatan yang sangat menyenangkan.

Ia pun berharap, acara ini perlu digelar setiap tahun karena bisa melestarikan sungai Bone dan menjadi kampanye agar tidak membuang sampah plastik dan lainnya ke sungai tersebut.

"Jadi bukan hanya sekedar event, tapi bagaimana kita bisa memanfaatkan dan membuat satu kegiatan sekaligus untuk melestarikan dan membersihkan sampah dari sungai Bone," pungkasnya. 



Redaktur : Maulin Nastria

RELATED NEWS