Rumah Kapitan Belum Dilirik Turis, Berani Bergerak Lakukan Ini

Komunitas Berani Bergerak bersama sejumlah anak yang bermukim di sekitar Rumah Kapitan Cina (foto: Berani Bergerak)
Komunitas Berani Bergerak bersama sejumlah anak yang bermukim di sekitar Rumah Kapitan Cina (foto: Berani Bergerak)

GenPI.co— Rumah Kapitan Cina di Palembang telah menjadi cagar budaya sejak lama, namun belum banyak wisatawan mengunjungi tempat ini. Komunitas Berani Bergerak tergerak untuk memajukan destinasi ini.

Rumah Kapitan Cina adalah hunian bekas kepala komunitas China di Palembang pada masa penjajahan Belanda. Lokasinya di Kampung Kapitan di daerah 7 Ulu. Berada di sisi selatan sungai Musi dan berseberangan dengan Benteng Kuto Besak. 

Desain rumah bertingkat dua ini, ditampilkan dengan kombinasi kayu dan batu. Interior dan eksteriornya dipenuhi ukiran dan hiasan khas rumah peranakan. 

Baca juga: Benteng Kuto Besak Tempat Gaul Kaum Milenial di Palembang

Walau salah satu bagian telah diperbaiki, namun secara umum kondisi rumah ini kurang terawat. Turis pun belum banyak datang kemari, ditambah lagi dengan warga di sekitar yang nampaknya masih belum paham, apa guna pariwisata bagi kehidupan mereka. 

Lingkungan kumuh, warga kurang ramah, dan isu keamanan, nampaknya membuat usaha travel enggan membawa pelanggan mereka kemari. 

Berita baiknya, ada warga Palembang yang tergerak untuk mencoba memperbaiki segala permasalahan itu, dan mereka memulainya dari sisi yang tak terduga, literasi. 


Komunitas Berani Bergerak setiap akhir pekan berkumpul di kampung Kapitan bersama anak-anak setempat, belajar dan bermain sambil pelan-pelan menanamkan nilai-nilai yang kelak akan berguna bagi mereka dan kampungnya. 


Reporter : Robby Sunata

Redaktur : Linda Teti Cordina

RELATED NEWS