Imbas Aksi 22 Mei, Okupansi Hotel Turun

Tingkat okupansi hotel-hotel di kawasan sekitar Gedung Bawaslu turun drastis sebagai imbas dari aksi 22 Mei. (Foto: Sapta/GenPI.co)
Tingkat okupansi hotel-hotel di kawasan sekitar Gedung Bawaslu turun drastis sebagai imbas dari aksi 22 Mei. (Foto: Sapta/GenPI.co)

GenPI.co - Dampak yang ditimbulkan dari aksi 22 Mei, menjalar hingga sektor pariwisata dan penginapan. Asosiasi perhotelan menyebut tingkat huni kamar dan revenue hotel menurun drastis karena kejadian ini. 

"Pengaruhnya jelas ada, penurunan terhadap tingkat huni kamar dan revenue hotel. Tentunya kami berharap tidak berlarut-larut dan kembali normal," ucap Wishnu HS Al Bataafi, Ketua Umum Indonesia Hotel General Manager Association (IHGMA) dikutip dari Antara, kamis (23/5).

Baca juga: Volume Sampah Naik 20 Kali Lipat dari Aksi 22 Mei 

Wishnu mengatakan aksi demo yang terjadi di sekitar jalan MH Thamrin mempengaruhi okupansi hotel terutama di sekitar kantor Bawaslu. Ia berharap situasi politik di Jakarta tersebut segera kembali kondusif. 

“Kami berharap kejadian itu segera berakhir dan perekonomian Indonesia di sektor pariwisata khususnya okupansi hotel di Jakarta kembali normal,” sambungnya.

Lebih lanjut ia menambahkan agar pemerintahan yang baru terpilih bisa terus menggenjot sektor pariwisata. Apalagi sektor ini menjadi penghasil devisa negara tertinggi kedua setelah sawit.

Ia pun berharapa bahwa pemerintah dapat menciptakan kemudahan akses dalam investasi terutama pembangunan hotel-hotel di daerah tujuan wisata.


"Investasi lebih dipermudah. Diupayakan untuk tidak banyak pintu sehingga tidak berlarut-larut dalam pembangunan hotel," pungkasnya.


Reporter : Hafid Arsyid

Redaktur : Paskalis Yuri Alfred

RELATED NEWS