Pakaian Militer NATO Dibuat di Solo, Enggak Percaya? Nih Buktinya

Seragam militer yang dibuat dibuat pabrik Sritex. (ist)
Seragam militer yang dibuat dibuat pabrik Sritex. (ist)

GenPI.co - Sebuah usaha dagang yang berasal dari Pasar Klewer di Solo pada tahun 1966, mengantar PT.Sri Rejeki Isman (Sritex) menjadi produsen tekstil militer terbesar di Asia Tenggara dan memiliki lebih dari 15.000 karyawan di pabriknya. 

Pabrik terbesar di Asia ini berlokasi di kota Solo, Jawa Tengah dan terpilih menjadi rekanan pemasok kebutuhan kain militer North Atlantic Treaty Organisation (NATO).

Produksi dari Sritex ini bahkan sudah memasok untuk 31 negara di dunia, antara lain Jerman, Inggris, Uni Emirat Arab, Austria, Swedia, Belanda, Norwegia, Yunani, Oman, Kuwait, Suriname, Brunei Darussalam, Papua New Guinea, Filipina, Kamboja, Arab Saudi, dan masih banyak lagi.

BACA JUGA: Agustus 2019, Militer Indonesia Kalahkan Israel dan Korea Utara

Dibalik kisah kesuksesan produsen kain terbesar yang menjadi kebanggaan bangsa Indonesia ini ternyata memiliki kisah unik. Dilansir dari berbagai sumber Sritex hanya memproduksi baju untuk TNI saja. 

Pasukan TNI yang dikirim menjadi penjaga perdamaian PBB kemudian bertukar seragam, salah satunya kepada pasukan NATO. Setelah bertukar, pihak NATO terkejut akan kualitas dan kelembutan kainnya. Setelah diamati kualitasnya ternyata seragam buatan Solo ini memiliki mutu yang baik dibandingkan bikinan sebelumnya dari Amerika Serikat.
Setelah itu, NATO memesan pakaian ke pihak Sritex dan diikuti oleh negara-negara lain.

Melihat langsung pabrik Sritex ternyata memiliki luas sekitar 100 hektar yang ada di Sukoharjo, Solo, Jawa Tengah. Mulanya dari Usaha Dagang (UD) Sri Rejeki yang didirikan H.M.Lukminto pada tahun 1966 di Pasar Klewer. Kemudian pada tahun 2009 , Sritex menjelma menjadi pabrik tekstil dan garmen terintegrasi.


Selain pakaian militer, produsen kain ini membuat pakaian sipil mulai dari seragam sekolah, pakaian umum, pakaian dinas, pakaian pekerja, jaket dan lain-lain. Beberapa merk branded yang menggunakan produk ini antara 
lain, Master, Bulova Twill, Kaisyar, Timor Drill dan Japan Drill.


Reporter : Annissa Nur Jannah

Redaktur : Cahaya

RELATED NEWS