Perhiasan Emas Jawa Timur Diburu Kolektor Singapura Hingga Dubai

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa (kiri) didampingi Ketua Dekranasda Jawa Timur Arumi Bachsin (ketiga kiri) meninjau salah satu stan saat Surabaya International Jewellery Fair 2019 di Surabaya, Jawa Timur, Kamis (17/10/2019). Pameran yang berla
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa (kiri) didampingi Ketua Dekranasda Jawa Timur Arumi Bachsin (ketiga kiri) meninjau salah satu stan saat Surabaya International Jewellery Fair 2019 di Surabaya, Jawa Timur, Kamis (17/10/2019). Pameran yang berla

GenPI.co - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur meminta kepada pemerintah pusat agar ekspor perhiasan, khususnya emas, dari wilayah setempat langsung menuju Dubai, Uni Emirat Arab, tanpa melalui Singapura, tujuannya untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah.

"Saya sudah sampaikan hal ini kepada Menko Perekonomian, Gubernur BI, dan Menteri Perdagangan, serta Menteri Perindustrian, dan beberapa Kementerian lainnya pada acara Rakor BI agar pengiriman emas bisa direct ke Dubai," kata Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Paranwasa di Surabaya, Kamis (17/10).

Khofifah saat membuka pameran perhiasan ke-24 di Surabaya itu mengatakan permintaan ekspor langsung ke UEA karena pasar terbesar perhiasan asal Jawa Timur adalah ke negara UEA, bukan ke Singapura.

Mantan Menteri Sosial itu mengatakan pemerintah perlu bernegosiasi kepada pihak UEA agar mengenakan bea masuk sama seperti Singapura ke UEA yakni 0 persen, sedangkan Indonesia kalau langsung kirim ke UEA terkena bea masuk lima persen.

"Kalau kita langsung ke UEA kena bea masuk lima persen, sedangkan kalau ke Singapura terkena 2,5 persen, sehingga produk perhiasan kita banyak yang dikirim ke Singapura terlebih dahulu," ujar Khofifah.

"Perlu ada fasilitas yang diberikan UEA ke Indonesia, termasuk Jawa Timur. Hal ini seperti fasilitas yang diberikan UEA ke Singapura dengan bea masuk 0 persen," katanya.

Dengan bea masuk sama seperti Singapura, kata Khofifah, akan mendorong atau meningkatkan industri perhiasan emas, khususnya dari Jawa Timur, dan menumbuhkan ekonomi daerah.


Khofifah menjelaskan dengan adanya kemudahan ekspor juga diharapkan bisa menaikkan peringkat dominasi perhiasan dunia, yang kini Indonesia berada pada posisi 9 besar.


Redaktur : Tommy Ardyan

RELATED NEWS