Stories: Share your traveling moment!

Serunya Berlibur di Hutan Mangrove Teluk Sebong

Wisata hutan mangrove di Teluk Sebong, Bintan. (Foto: Milyawati)
Wisata hutan mangrove di Teluk Sebong, Bintan. (Foto: Milyawati)

Bicara tentang destinasi wisata di Kabupaten Bintan itu memang menyenangkan. Salah satunya yakni TRC (Trili Resort Centre) Mangrove atau biasa yang disebut dengan Mangrove Sebong Pereh karena lokasinya yang berada di kecamatan Teluk Sebong, Kabupaten Bintan.

Pasir pantai yang halus, deretan pohon kelapa di bibir pantai, laut yang biru. Keindahan itu bisa dinikmati sambil duduk manis diayunan yang telah di sediakan oleh TRC, tak jauh dari pinggiran pantai.

Yang membuat pengujung tertarik untuk datang, selain memiliki ekowisata mangrove yang lebat, juga terdapat rumah pohon. Saat berada di atasnya, pendatang akan disuguhkan pemandangan yang luas dan cantik.

Baca juga: Fenomena Equinox Muncul, Siap-Siap Indonesia Diserbu Turis Asing

“Bagus ya di sini. Anginnya sepoi-sepoi. Fotonya jadi cantik-cantik. Pas dengan warna langit yang cerah warna biru. Terakhir ke sini belum ada. Sekarang udah makin bagus aja ya. Ada rumah pohonnya.” ujar Novia Lestary, salah satu pengunjung, Minggu (17/3/2019).

Tak hanya foto-foto di rumah pohon, Novia juga menikmati fasilitas yang ada di sana. "Bayarnya murah, bisa naik ke rumah pohon.  Terus bisa juga masuk ke hutan mangrovenya. Seru ya," katanya dengan girang.

Jhon, salah satu pengawas TRC Mangrove mengatakan untuk saat ini dalam masa pembangunan. Akses menuju ke lokasi ini akan diperbaiki. Tempat parkir sedang dibuat. Kamar-kamar yang nantinya menjadi penginapan sudah ada beberapa yang jadi.

“Mulai aktif pembangunan itu sekitar enam bulan yang lalu. Ini luasnya sekitar 100 hektar. Samping kanan itu nanti mau dibuat lapangan golf. Nah, yang di sebelah kiri itu untuk penginapannya.” jelasnya.

Ia menuturkan setiap akhir pekan atau hari libur, orang-orang dari berbagai penjuru di Pulau Bintan berdatangan ke sini. Datang bersama keluarga, teman dan ada juga pasangan mereka.

"Kalau sudah hari libur itu rame.  Ada yang pakai mobil. Itu sama keluarganya. Sambil piknik di sini.  Terus ada juga yang pakai motor.  Anak-anak suka main ayunan. Untungnya banyak kami buat. Nah,  semenjak ada rumah pohon makin rame.  Kalau yang takut,  gak berani naik. Karena tinggi." pungkasnya

Untuk pengunjung dikenakan biaya masuk Rp 5000 per orang dan buka setiap hari. Di tempat ini menyediakan pondok-pondok kecil di tengah mangrove untuk bersantai sambil menikmati suasana hutan mangrove, laut dan sunsetnya.

Pendatang juga bisa memesan makan dan minum langsung dari tempat pondok tersebut. Karena tiap-tiap pondok sudah di sediakan menu yang diberikan nomor telepon warung resto yang ada di TRC Mangrove.

Transportasi menuju lokasi ini memang belum ada angkutan umumnya. Jadi, wisatawan yang ingin datang harus menggunakan kendaraan pribadi atau menyewanya. 

Redaktur: Cahaya



RELATED NEWS

KULINER

My Trip Story

Oleh:
Anggi Agustiani
Reporter