
GenPI.co - Indeks harga saham gabungan (IHSG) jatuh ke teritori negatif pada perdagangan, Senin (25/4).
Pada pembukaan perdagangan, IHSG merosot 7.185 dan akhir sesi pertama turun 10,13 poin atau 0,14 persen menjadi 7.215,46.
Associate Director Of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus menuturkan dari perdagangan itu nilai transaksi menembus Rp 12 triliun.
BACA JUGA: Prediksi IHSG: Peluang Teknikal Rebound, Incar BBCA dan BBRI
Dia menilai IHSG bergerak melemah terimbas sentimen eksternal yang mana indeks bursa saham regional mayoritas Asia mengalami koreksi.
Hal ini seiring sikap pelaku pasar dan investor berspekulasi potensi kenaikan suku bunga yang lebih agresif yang dilakukan oleh Federal Reserve (The Fed).
BACA JUGA: IHSG Merah, Asing Sepekan Akumulasi Beli Rp 5,37 Triliun
Bank sentral AS itu berpotensi menaikkan lebih tinggi dari yang diprediksi sebelumnya, yaitu 50 bps.
"Hal ini seiring sikap pejabat The Fed James Bullard justru meminta semua rekan rekannya untuk mempertimbangkan ada kenaikkan sebanyak 75 bps," kata dia dalam risetnya.
BACA JUGA: IHSG Anjlok, Asing Nantikan Laporan Kinerja Kurtal I 2022
Dia menyatakan kenaikan suku bunga yang lebih besar tentunya memberikan rasa kecemasan pasar.
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News