Bubble Tea VS Cendol, Lebih Baik Mana?

Bubble Tea, minuman asal Taiwan yang sedang hits. (Foto: danielfooddiary.com)
Bubble Tea, minuman asal Taiwan yang sedang hits. (Foto: danielfooddiary.com)

GenPI.co - Bubble tea sedang populer saat ini di Indonesia. Minuman ringan asal Taiwan ini bermunculan di banyak gerai mana-mana, mulai dari mall sampai pinggir jalan. Salah satu alasan kepopulerannya adalah karena Bola-bola tapioka yang menggemaskan di dalam bubble tea.

Ada sensasi berbeda saat seseorang bubble tea dan bola tapioka terhisap, melalui sedotan, masuk ke mulut, dan ke tenggorokan. Saat bola tapioka itu melintasi mulut, ada rasa yang unik saat bola kenyal dan licin itu memantul kesana kemari terkena dinding mulut, rahang, dan langit-langit mulut. Segar sekali.

Baca juga: Remaja ini Dibawa ke Dokter Setelah Minum Buble Tea 

Namun sebenarnya kita di Indonesia juga memiliki kuliner yang menawarkan juga sensasi yang serupa, namanya Cendol. Cobalah meminum Cendol dengan sedotan yang diameternya sebesar sedotan Bubble tea, Cendol akan meluncur tanpa henti dan masuk ke dalam mulut. Cendol yang licin, dingin, dan lembut akan menyegarkan bagian dalam mulut dan tenggorokan dan baiknya lagi, belum pernah ada kasus medis dimana seseorang sembelit karena terlalu banyak meminum Cendol.

Cendol itu enak dan sehat!

ADVERTISEMENT

Untuk kamu yang aktif bergerak setiap hari sehingga membutuhkan asupan energi yang banyak maka es Cendol menyediakan sebanyak 464 kilo kalori per sajian, jauh lebih banyak daripada yang ditawarkan oleh Bubble tea, yaitu 340 kilo kalori per sajian.

Bubble tea juga mengandung banyak sekali gula, bahkan lebih banyak dari pada kadar gula di dalam minuman ringan seperti cola. Dalam satu gelas standar saji bubble terdapat 102,5 gram gula, 2 kali lebih banyak daripada rata-rata gula dalam minuman cola dan 3 kali lebih banyak daripada gula di dalam es Cendol. Es Cendol hanya mengandung 26,39 gram gula per gelas saji yang berukuran sekitar 300 gram.

Terlalu banyak gula dan pemanis buatan di dalam tubuh berhubungan dengan dengan pertambahan berat badan, gangguan kesehatan jantung, dan diabetes.


Reporter : Robby Sunata

Redaktur : Paskalis Yuri Alfred

loading...

BERITA LAINNYA

Berita Tentang Baca Buku Terbaru dan Terkini Hari ini


IDULFITRI