Di Kenya, Google Pakai Balon untuk Buka Akses Internet

Alphabet, perusahaan induk google, memanfaatkan balon dipakai untuk mengambangkan pemancar sinyal internet. (Foto: cnet.com)
Alphabet, perusahaan induk google, memanfaatkan balon dipakai untuk mengambangkan pemancar sinyal internet. (Foto: cnet.com)

GenPI.co - Perusahaan induk Google, Alphabet, menggunakan balon untuk menyediakan sinyal bagi para petani di pegunungan Kenya. Sebelumnya balon ini telah dicoba di Peru dan Puerto Rico.

Penggunaan  balon  menjadi solusi bagi masalah komunikasi di daerah pegunungan, di mana menara penyebar sinyal atau BTS tidak mungkin menjangkau.

Alphabet  mendirikan Loon, sebuah perusahaan khusus yang menyediakan sambungan internet tanpa kabel melalui balon. Semua peralatan yang biasa ada di menara BTS untuk menangkap, menguatkan, dan menyebarkan sinyal dirancang ulang untuk massa yang lebih ringan dan daya tahan yang lebih lama dan dipasang di balon udara.

Lalu balon ini akan mengudara selama 5 sampai 7 bulan di ketinggian 19 kilometer sebelum diganti dengan balon yang baru. Pada uji terakhir, balon dengan kode P-496 berada di udara selama 223 hari dan sempat mengelilingi bumi sebanyak satu kali.

Baca juga:

Reporter : Robby Sunata

Redaktur : Paskalis Yuri Alfred

RELATED NEWS