Apa Filosofi Motif Tenun yang Dipakai Jokowi di Labuan Bajo?

Presiden Jokowi dan Ibu Iriana disampirkan tenunan songke saat mengunjungi Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur. (Foto: Ervanus Ridwan Tou)
Presiden Jokowi dan Ibu Iriana disampirkan tenunan songke saat mengunjungi Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur. (Foto: Ervanus Ridwan Tou)

GenPI.co - Ada yang menarik dari kunjungan Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, pada Rabu-Kamis (10-11/7) lalu. Sesaat setelah turun dari pesawat Kepresidenan, keduanya disambut dengan sebuah ritual Adat khas masyarakat Manggarai. 

Dalam momen itu, pada bahu Presiden maupun Ibu Negara disampirkan selembar tenun khas Manggarai. Masyarakat setempat menyebutnya Songke. Disamping itu, Jokowi juga mendapat sebuah peci dengan motif serupa dengan songke yang ia kenakan.

Tenunan songke memiliki motif yang unik. Dengan beragam warna, motif-motif tersebut tampak mencolok di atas kain yang berwarna dasar hitam itu. Tak sekedar gambar tanpa makna, ada filosofi mendalam yang terkandung dalam motif-motif tersebut. Semuanya mencerminkan kearifan lokal dari masyarakat yang mendiami unjung barat pulau Flores tersebut.

Baca juga:

Terkait BOP Labuan Bajo, Jokowi: Kalau Masyarakat Tidak Mau, Stop 

Bisa Foto Bareng Jokowi, Ranger TNK: Beda dengan Presiden Dulu 

Jokowi Kunjungi Puncak Waringin, Area Wisata Baru di Labuan Bajo 


Salah satu motif di dalam kain songke adalah motif su’i. Bentuknya berupa garis-garis lurus yang berada di antara satu motif dengan motif lainnya. Su’i melambangkan segala sesuatu yang memiliki akhir. Seperti hidup yang cepat atau lambat akan menemui ujungnya. Su’i juga dapat berarti kehidupan masyarakat Manggarai dibatasi oleh garis-garis berupa peraturan adat yang tidak boleh dilanggar.


RELATED NEWS